Dikawal Brimob Bersenjata Lengkap, 10 Ekskavator Tambang Emas Ilegal Diseret Keluar dari Hutan Tapsel–Madina!

Bagikan Artikel

MEDAN, Bonarinews.com – Operasi besar-besaran kembali digelar oleh personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut untuk mengevakuasi alat berat dari lokasi tambang emas ilegal di kawasan perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal, Rabu (4/3/2026).

Dalam operasi dramatis tersebut, 10 unit ekskavator berhasil ditarik keluar dari tengah hutan setelah perjalanan ekstrem selama lima jam.

Evakuasi Super Sulit: Jalan Berlubang, Berlumpur, dan Tidak Bisa Dilalui Truk

Komandan Brimob, Kombes Rantau Isnur Eka, menjelaskan, sebagian alat berat tidak bisa langsung dibawa karena rusak. Sementara 10 unit lainnya terpaksa dikemudikan manual oleh operator karena kondisi jalan sangat parah—bergelombang, berlumpur, dan terjal.

Sesampainya di kawasan pemukiman, barulah ekskavator itu dinaikkan ke truk untuk dibawa menuju Batalyon C Brimob Sipirok sebagai barang bukti.

Pengawalan Ketat: 90–150 Brimob Bersenjata Lengkap untuk 4 Ekskavator

Setiap ekskavator dijaga ketat oleh personel Brimob bersenjata lengkap. Untuk setiap empat alat berat, diterjunkan tiga pleton, yakni antara 90–150 personel.

Langkah ini diambil karena sebelumnya sempat terjadi upaya penghadangan oleh sekelompok pria bertubuh kekar pada Senin (2/3/2026).

200 Personel Turun Gunung, 14 Ekskavator Disita, 17 Orang Diamankan

Dalam operasi sebelumnya, lebih dari 200 personel gabungan menindak aktivitas tambang ilegal di sekitar aliran Sungai Batang Gadis. Total 14 ekskavator diamankan dari dua lokasi, serta 17 orang ditahan sementara sebagai saksi.

Omzet Fantastis: Tambang Ilegal Diduga Raup Rp1,5 Miliar per Hari!

Wakil Kapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan mengungkapkan, pemilik tambang dapat meraup omzet hingga Rp1,5 miliar per hari.

Hal ini didasarkan pada ditemukannya enam lubang tambang—empat di Tapanuli Selatan dan dua di Mandailing Natal—dengan estimasi produksi 100 gram emas per lubang per hari. Dengan harga emas lokal mencapai Rp2,6 juta/gram, nilai produksinya sangat besar.

Tambang Sudah Berjalan 2–3 Bulan dan Berpindah Wilayah

Hasil penyelidikan menunjukkan aktivitas ini sudah berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan. Awalnya beroperasi di Mandailing Natal, lalu meluas ke Tapanuli Selatan karena kedua kawasan hanya dipisahkan oleh aliran sungai. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *