Jakarta, BonariNews.com – Bayangkan, limbah industri bioetanol yang selama ini dianggap sampah, ternyata menyimpan harta karun kesehatan! Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini memperkenalkan glutation, antioksidan super yang diekstrak dari yeast sisa produksi bioetanol, dalam Temu Bisnis Biosains Terapan 2026 di Jakarta, Kamis (26/2).
Glutation bukan sekadar tren kecantikan. Menurut peneliti BRIN, Farida Rahayu, senyawa ini adalah perlindungan alami sel tubuh yang melawan radikal bebas, mendukung detoksifikasi hati, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan otak dan jantung, hingga meredakan peradangan. “Glutation tidak hanya untuk kecantikan. Namun saat ini yang banyak menggunakan adalah ibu-ibu,” ujar Farida.
Sayangnya, produksi glutation tubuh manusia mulai menurun setelah usia 25 tahun. Itu artinya, tambahan dari luar sangat diperlukan – dan limbah yeast bioetanol bisa jadi solusi. Secara global, glutation murni diproduksi lebih dari 200 ton per tahun dengan harga sekitar 300 dolar AS per kilogram, dan permintaannya terus melonjak.
Tim peneliti BRIN menemukan cara mengekstrak glutation dari limbah yeast melalui proses biologis bertahap. Metode enzimatik berhasil menghasilkan 40 mg/L glutation, sementara rekayasa media dan modulasi asam amino mampu meningkatkan produksinya hingga 95 mg/L. Ke depan, BRIN menargetkan yeast rekombinan yang tidak hanya menghasilkan bioetanol, tapi juga glutation tinggi dalam satu bioreaktor.
Lebih dari itu, residu sel yeast bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, pupuk hayati, dan agen pembersih lingkungan. Farida berharap riset ini segera dimanfaatkan industri, meski saat ini produk belum dipatenkan.
Siap-siap, limbah bioetanol bisa jadi rahasia awet muda dan solusi kesehatan masa depan! (Redaksi)
