Menteri Desa Akui Langkah Berani Bobby Nasution, Pastikan Nias Utara Segera Keluar dari Status Daerah Tertinggal

Bagikan Artikel

JAKARTA, BonariNews.com — Komitmen kuat Bobby Nasution dalam mempercepat pembangunan Kabupaten Nias Utara mendapatkan apresiasi langsung dari Yandri Susanto. Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan daerah tertinggal di kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta.

Dari 30 kabupaten berstatus daerah tertinggal di Indonesia, Nias Utara menjadi satu-satunya yang berada di wilayah barat. Sebelumnya terdapat empat daerah tertinggal di Kepulauan Nias, namun memasuki 2026 hanya Nias Utara yang masih berada dalam kategori tersebut.

Dalam forum yang mengundang delapan gubernur itu, hanya Gubernur Sumut Bobby Nasution yang hadir langsung, sementara lainnya diwakili. Kehadiran Bobby dianggap sebagai sinyal keseriusan Pemprov Sumut memastikan Nias Utara segera keluar dari status daerah tertinggal.

“Saya mengapresiasi kehadiran langsung Gubernur Sumatera Utara. Ini menunjukkan keseriusan beliau mengawal Nias Utara yang menjadi satu-satunya daerah tertinggal di wilayah barat,” ujar Menteri Yandri.

Ia juga menyoroti ketergantungan fiskal daerah tertinggal terhadap transfer pusat. Hampir seluruh kabupaten tertinggal memiliki PAD yang rendah sehingga ruang pembangunan sangat terbatas.

Khusus untuk Nias Utara, pemerintah pusat menilai potensi ekonomi—terutama dari sektor perkebunan kelapa—sangat besar. Namun, keterbatasan akses infrastruktur dan jalur logistik menghambat pemanfaatan potensi tersebut. “Potensi kelapanya luar biasa, tetapi tanpa jalan dan infrastruktur memadai, pertumbuhan ekonomi tidak akan optimal,” kata Yandri.

Dalam kesempatan itu, Amizaro Waruwu, mewakili seluruh kepala daerah tertinggal di Indonesia, menyampaikan penghargaan kepada Bobby Nasution. Ia menyebut komitmen Gubernur Sumut sangat terasa, termasuk dalam menjaga alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dan memastikan dukungan anggaran untuk Kepulauan Nias.

“Beliau bahkan beberapa kali berkantor di Nias untuk memastikan pembangunan berjalan. Ini memberi semangat besar bagi kami,” ungkap Amizaro.

Ia juga menyoroti dampak positif program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yang dianggap sangat membantu masyarakat daerah tertinggal.

Rapat koordinasi tersebut menegaskan, masa depan pembangunan Nias Utara bergantung pada keberpihakan anggaran, percepatan pembangunan infrastruktur dasar, serta konsistensi pengawalan program strategis di tingkat pusat dan provinsi. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *