Bandung, BONARINEWS – Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Menurutnya, banyak penyakit berbahaya muncul tanpa gejala dan baru diketahui saat kondisi sudah parah.
Hal itu disampaikan Dante saat meninjau program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi mitra pengemudi Gojek di kantor GoTo Bandung, Selasa (19/5/2026).
Program hasil kerja sama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Gojek ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pekerja dengan mobilitas tinggi seperti driver online.
“Deteksi dini sangat penting. Jangan tunggu sakit dulu baru periksa,” kata Dante.
Dalam program tersebut, para driver mendapatkan pemeriksaan kesehatan lengkap mulai dari cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, pemeriksaan mata, telinga, gigi, hingga konsultasi dokter secara gratis.
Peserta yang memiliki risiko penyakit tertentu juga mendapatkan pemeriksaan tambahan seperti EKG dan layanan pengobatan gratis untuk hipertensi maupun diabetes.
Program CKG komunitas GoTo sebenarnya sudah berjalan sejak 2025 dan terus diperluas. Hingga April 2026, lebih dari seribu peserta telah mengikuti layanan ini di Jakarta dan Palembang.
Pada Mei 2026, program diperluas ke Bandung, Semarang, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya dengan target mencapai 4.000 peserta.
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengatakan kesehatan mitra pengemudi menjadi perhatian penting perusahaan karena mereka merupakan bagian utama dari ekosistem layanan transportasi digital.
“Kami ingin memastikan mitra pengemudi mendapat akses kesehatan yang mudah dijangkau,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan menargetkan program Cek Kesehatan Gratis bisa menjangkau 130 juta masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2026. (Redaksi)