Anggota Komisi X DPR RI dr Sofyan Tan menegaskan Unit Kesehatan Sekolah tidak boleh lagi dianggap sekadar ruang istirahat siswa sakit. Menurutnya, UKS harus menjadi pusat pembentukan budaya hidup sehat di sekolah demi mencetak generasi emas Indonesia 2045.
MEDAN, BONARINEWS — Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan Tan menyoroti masih rendahnya pemahaman terhadap fungsi Unit Kesehatan Sekolah atau UKS di lingkungan pendidikan.
Menurut Sofyan Tan, selama ini UKS kerap hanya dipandang sebagai tempat siswa beristirahat saat sakit atau pingsan. Padahal, keberadaan UKS seharusnya menjadi pilar utama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih.
“UKS sering diartikan sebagai tempat anak kalau pingsan atau kelelahan untuk beristirahat. Padahal kalau namanya Unit Kesehatan Sekolah, maka harus punya peran penting memastikan lingkungan sekolah sehat,” ujar Sofyan Tan saat menjadi keynote speaker dalam Workshop Pendidikan bertema Revitalisasi UKS sebagai Pilar Utama Mewujudkan Sekolah Sehat Menuju Indonesia Emas 2045 di Hotel Le Polonia Medan, Sabtu (16/5/2026).
Dalam kegiatan yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bersama Komisi X DPR RI itu, Sofyan Tan menegaskan sekolah harus mulai serius membangun budaya hidup bersih sejak dini.
Ia mencontohkan hal sederhana seperti pemeriksaan kebersihan kuku siswa, penyediaan toilet layak, hingga wastafel dengan air mengalir dan sabun sebagai bagian penting menciptakan sekolah sehat.
Menurutnya, banyak penyakit yang menyerang anak usia sekolah berkaitan langsung dengan masalah kebersihan, seperti diare, infeksi saluran pernapasan hingga flu Singapura.
“Kebiasaan mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri sangat penting untuk mencegah penyakit pada anak sekolah,” katanya.
Sofyan Tan juga menyoroti masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas wastafel memadai, terutama sejak diterapkannya program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Ia menilai penggunaan air kobokan untuk mencuci tangan sudah tidak relevan dan berpotensi memicu penularan penyakit di lingkungan sekolah.
“Harusnya sekolah sudah menyediakan wastafel agar siswa bisa mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum makan. Ini penting karena sekarang siswa setiap hari makan di sekolah,” ujarnya.
Selain fasilitas, Sofyan Tan juga mendorong penguatan kerja sama antara sekolah dan puskesmas dalam memberikan edukasi kesehatan kepada siswa secara rutin.
Menurutnya, berbagai penyakit seperti cacingan dan diare sebenarnya dapat dicegah melalui kebiasaan hidup bersih yang sederhana tetapi konsisten diterapkan di sekolah.
Revitalisasi UKS, kata Sofyan Tan, menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas dan berkualitas.
Sementara itu, Widyaprada Ahli Utama Direktorat SMP Kemendikdasmen, Poppy Dewi Puspitawati mengapresiasi dukungan Sofyan Tan terhadap penguatan program sekolah sehat.
Menurutnya, revitalisasi UKS membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah daerah hingga pihak sekolah agar benar-benar berjalan efektif.
Penulis: Dedy Hu