SLB Negeri Pembina Sumut Berbagi kepada Masyarakat

Bagikan Artikel

MEDAN, BONARINEWS – Sekolah Luar Biasa (SLB) selama ini kerap dipandang sebagai lembaga yang identik dengan penerima bantuan sosial. Peserta didiknya sering ditempatkan sebagai pihak yang menerima perhatian, bantuan, maupun belas kasih. Namun, pandangan tersebut ingin diubah oleh keluarga besar Gerakan Pramuka SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, sekolah tersebut menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “Mari Berbagi, Mari Peduli” dengan mengajak seluruh warga sekolah mengumpulkan donasi berupa uang tunai, sembako, dan pakaian layak pakai untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga menjadi upaya membangun kesadaran bahwa peserta didik berkebutuhan khusus mampu menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi sesama.

Kepala SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Mardi Panjaitan, S.Pd., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang untuk menanamkan nilai kepedulian sosial sekaligus mengubah stigma yang selama ini melekat terhadap sekolah luar biasa.

“Selama ini masyarakat sering memandang Sekolah Luar Biasa sebagai lembaga yang selalu menerima bantuan dan belas kasih. Melalui momentum Hari Pramuka ke-65 ini, kami ingin menghadirkan perspektif yang berbeda. Kami ingin membuktikan bahwa meskipun memiliki berbagai keterbatasan, keluarga besar SLB juga memiliki kepedulian yang besar untuk berbagi kepada sesama. Anak-anak kami mungkin memiliki keterbatasan dalam beberapa hal, tetapi mereka tidak pernah memiliki keterbatasan untuk mencintai, peduli, dan memberi. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya, ketika peserta didik belajar bahwa tangan yang memberi selalu lebih bermakna daripada tangan yang hanya menerima,” ujar Mardi.

Menurutnya, pendidikan di SLB tidak hanya berorientasi pada aspek akademik dan keterampilan vokasional, tetapi juga membentuk karakter, empati, dan tanggung jawab sosial sebagai bekal peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan bakti sosial melibatkan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, serta seluruh keluarga besar sekolah. Donasi yang dikumpulkan berupa uang tunai, beras, gula, minyak goreng, mi instan, dan pakaian layak pakai akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bagi para peserta didik berkebutuhan khusus, kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar secara langsung mengenai arti empati, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai pendidikan karakter tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.

Selain itu, kegiatan ini menjadi implementasi nilai Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka yang menanamkan semangat rela menolong, bertanggung jawab, dan mengabdi kepada masyarakat.

Melalui aksi tersebut, SLB E Negeri Pembina Sumatera Utara juga mengajak masyarakat melihat penyandang disabilitas dari perspektif yang lebih positif. Selama ini penyandang disabilitas masih sering diposisikan sebagai objek penerima bantuan, padahal mereka juga memiliki kemampuan untuk berbagi, berkarya, serta menjadi bagian dari solusi bagi lingkungan sekitar.

Sekolah menilai keterbatasan fisik, intelektual, maupun sensorik bukanlah penghalang untuk memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sebaliknya, pengalaman hidup yang dimiliki para peserta didik justru membentuk kepekaan dan ketulusan yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Pengumpulan donasi akan dilaksanakan pada 10–12 Agustus 2026 di Ruang PKS SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara. Panitia mengajak seluruh keluarga besar sekolah dan masyarakat untuk berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.

Mengusung slogan “Satu Donasi, Sejuta Manfaat”, kegiatan ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi peserta didik untuk tumbuh sebagai pribadi yang peduli, mandiri, dan bermanfaat.

Melalui peringatan Hari Pramuka ke-65, Gerakan Pramuka SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa Pramuka merupakan gerakan pendidikan karakter yang mengajarkan pengabdian kepada masyarakat. Semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” diwujudkan melalui aksi nyata yang membuktikan bahwa setiap orang, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, memiliki kesempatan yang sama untuk memberi manfaat bagi sesama.

Penulis: Dedy Hutajulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *