Medan, BONARINEWS.com – Siapa sangka, dari panggung sederhana di pesisir Belawan, suara perubahan justru datang dari seorang anak berusia 11 tahun. Zakia Kinara Lenjia Nasution sukses mencuri perhatian saat membawakan dongeng bertema lingkungan yang menyentuh sekaligus membuka mata banyak orang.
Siswi kelas 5 MIS Al Fathin Belawan ini tampil bukan sekadar untuk bercerita. Ia membawa misi besar: melawan stigma negatif yang selama ini melekat pada Belawan, sekaligus mengajak masyarakat peduli terhadap kebersihan laut.
Dengan penuh penghayatan, Kinara menyampaikan bahwa Belawan bukan hanya tentang sampah dan citra buruk. Di balik itu, ada potensi besar dan nilai positif yang selama ini luput dari perhatian. Lewat dongengnya, ia mengajak audiens melihat sisi lain kehidupan masyarakat pesisir yang penuh harapan.
Penampilan memukau itu terjadi dalam acara yang digelar Gugah Nurani Indonesia di halaman SMK Muhammadiyah 4 Belawan, Kamis (30/4/2026). Momen tersebut menjadi bagian dari Pengumuman Lomba Bank Sampah Sekolah dan Pameran Daur Ulang Sampah yang sarat pesan edukatif.
Tak hanya sekadar cerita, isi dongeng Kinara juga mengandung peringatan serius. Ia menyinggung bahaya sampah plastik yang dibuang ke laut, dimakan ikan, lalu kembali ke manusia. Sebuah siklus berbahaya yang kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan dan lingkungan.
Menariknya, perjalanan Kinara di dunia dongeng terbilang masih baru. Ketertarikannya tumbuh setelah mendapat pelatihan dari Dara Melati, yang kemudian mendorongnya berani tampil di panggung. Dukungan dari sekolah pun turut memperkuat langkahnya, termasuk naskah cerita yang disusun khusus oleh kepala sekolahnya, Tati Utami.
Sementara itu, Project Manager GNI Medan CDP, Anwar Suhut, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Menurutnya, ini adalah bagian dari upaya membangun karakter generasi muda agar lebih peduli lingkungan sejak dini.
Ia berharap gerakan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi budaya di sekolah-sekolah, terutama di wilayah pesisir seperti Belawan. Kolaborasi antara siswa, guru, dan berbagai pihak dinilai menjadi kunci dalam menciptakan perubahan nyata.
Di sisi lain, Kinara juga menyuarakan harapannya kepada pemerintah agar lebih serius menangani persoalan sampah di Belawan. Ia percaya, jika semua pihak bergerak bersama, lingkungan bersih bukan sekadar mimpi.
Dari dongeng sederhana, pesan besar itu kini menggema: menjaga laut adalah tanggung jawab bersama. Dan dari tangan kecil Kinara, perubahan itu mulai terasa nyata.
Penulis: Dedy Hu