Medan, BONARINEWS.com – Pelayanan kesehatan di Kota Medan kembali diperkuat melalui inovasi jemput bola yang diluncurkan oleh UPT Puskesmas Medan Labuhan. Program ini diberi nama “Sipungkas” atau Stiker Penanda Kunjungan Rumah oleh Puskesmas.
Peluncuran program ditandai dengan kunjungan langsung petugas kesehatan ke rumah warga sekaligus penempelan stiker serta skrining kesehatan dasar. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala UPT Puskesmas Medan Labuhan, Imelda Iriana Purba, pada Rabu (6/5/2026).
Melalui program ini, petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan membuat layanan kesehatan lebih efektif, efisien, serta mudah dipantau melalui sistem pendataan yang lebih terstruktur.
Dalam setiap kunjungan, petugas melakukan berbagai pemeriksaan seperti pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan gula darah, tekanan darah, hingga edukasi kesehatan langsung kepada warga.
Program Sipungkas menargetkan 5.132 kepala keluarga di wilayah kerja Medan Labuhan. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar evaluasi dan perencanaan kebijakan kesehatan di tahun berikutnya.
Selain itu, program ini juga terintegrasi dengan sistem Universal Health Coverage (UHC) yang memastikan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP, bahkan jika status BPJS tidak aktif selama mengikuti prosedur rujukan.
Lurah Sei Mati, Yogi Fatresya, yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menyambut baik inovasi ini. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat, terutama di wilayah rawan banjir, untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang sudah tersedia.
Sementara itu, warga bernama Sri Wahyuni mengaku sangat terbantu dengan layanan jemput bola ini. Ia merasa lebih mudah memahami status kepesertaan JKN tanpa harus datang langsung ke kantor layanan kesehatan.
Program Sipungkas diharapkan menjadi model pelayanan kesehatan berbasis komunitas yang lebih dekat, cepat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat rumah tangga.
Penulis: Dedy Hu