Lombok Timur, BONARINEWS — Suasana belajar di ratusan sekolah di Nusa Tenggara Barat kini berubah signifikan. Sebanyak 124 satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur dan Sumbawa resmi tuntas direvitalisasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menghadirkan ruang kelas yang lebih layak, terang, dan nyaman bagi ribuan murid.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan langsung hasil revitalisasi tersebut di SMK Negeri 1 Sikur, Lombok Timur. Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik sekolah bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari upaya besar meningkatkan mutu pendidikan nasional yang merata hingga ke daerah.
Revitalisasi ini mencakup 87 sekolah di Lombok Timur dan 37 sekolah di Sumbawa, mulai dari jenjang PAUD hingga SMK dan SLB. Pemerintah juga menggelontorkan anggaran ratusan miliar rupiah untuk memperbaiki sarana belajar, termasuk ruang kelas, ruang praktik, hingga fasilitas penunjang lain yang sebelumnya terbatas.
Di Lombok Timur, sebanyak 87 sekolah menerima bantuan dengan nilai lebih dari Rp105 miliar, sementara Sumbawa memperoleh revitalisasi untuk 37 sekolah dengan nilai puluhan miliar rupiah. Program ini disebut menjadi salah satu intervensi terbesar dalam peningkatan infrastruktur pendidikan di wilayah tersebut pada 2025–2026.
Selain perbaikan fisik, pemerintah juga mempercepat transformasi digital melalui distribusi ribuan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di NTB. Teknologi ini diharapkan mendorong pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sejumlah kepala sekolah dan guru menyebut perubahan paling terasa adalah meningkatnya kenyamanan ruang belajar. Sebelum revitalisasi, sebagian sekolah harus menerapkan sistem belajar bergantian karena keterbatasan ruang kelas. Kini, aktivitas belajar dapat berlangsung lebih tertib di pagi hari dengan fasilitas yang lebih memadai.
Para siswa pun merasakan dampaknya secara langsung. Ruang kelas yang lebih terang, sirkulasi udara lebih baik, serta ruang praktik yang lebih luas membuat proses belajar mengajar terasa lebih menyenangkan dan tidak lagi terhambat kondisi bangunan lama.
Pemerintah daerah turut menyambut baik program ini dan menilai revitalisasi sekolah berdampak langsung pada kualitas pendidikan di lapangan. Penguatan data melalui sistem Dapodik juga disebut menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Program ini menjadi bagian dari visi besar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menghadirkan layanan pendidikan bermutu bagi semua, sekaligus mempercepat pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah terpencil.
Penulis: Dedy Hu