Razia Mendadak di Lapas Gunungtua, Petugas Temukan Mancis hingga Kartu Domino di Blok Hunian WBP

Bagikan Artikel

Paluta, BONARINEWS – Suasana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Gunungtua mendadak tegang saat petugas gabungan menggelar razia insidentil di sejumlah blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Rabu (20/5/2026). Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan sejumlah barang terlarang mulai dari mancis, pisau cukur hingga kartu domino.

Razia dilakukan untuk menciptakan kondisi lapas yang aman, tertib, dan kondusif sekaligus meminimalisir keberadaan barang-barang terlarang di dalam kamar hunian warga binaan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kalapas Kelas III Gunungtua, Japaruddin Ritonga bersama Kasubsi Kamtib, Rupam Siang, personel TNI Koramil 05/PB, serta CPNS Lapas Kelas III Gunungtua. Total sebanyak 11 personel diterjunkan dalam razia mendadak tersebut.

Petugas menyasar Blok A.H. Nasution Kamar I dan II, Blok Sisingamangaraja Kamar X, serta Blok Saharjo Kamar XI.

Sebelum penggeledahan dilakukan, seluruh penghuni kamar diminta tetap berada di dalam kamar masing-masing dalam keadaan terkunci. Selanjutnya, petugas mengeluarkan penghuni sesuai target razia untuk dilakukan pemeriksaan badan dan penggeledahan kamar secara menyeluruh.

Dari hasil razia, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam lapas, yakni 14 buah mancis, tujuh pisau cukur, satu botol kaca kecil, satu botol kaleng, satu gunting, dua sendok, satu pinset, tujuh pulpen, dan satu set kartu domino.

Seluruh barang temuan langsung diamankan, dicatat, dan diinventarisir di ruangan Kasubsi Kamtib untuk selanjutnya dimusnahkan. Proses penggeledahan juga dilakukan dengan disaksikan salah seorang penghuni kamar guna memastikan transparansi pelaksanaan razia.

Kalapas Gunungtua, Japaruddin Ritonga, menegaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, terkait pemberantasan peredaran narkoba dan berbagai modus penipuan di lapas maupun rutan.

Menurutnya, razia insidentil akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan kondisi lapas tetap aman dan terbebas dari barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban warga binaan.

Penulis: Tohong Harahap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *