MEDAN, BONARINEWS — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menunjukkan ketidakpuasannya terhadap kinerja jajaran pemerintah provinsi dalam menangani persoalan inflasi. Dalam rapat pembahasan inflasi, Bobby bahkan mengaku lelah berulang kali menyampaikan persoalan yang sama kepada pejabat terkait.
Kekesalan itu terekam dalam video yang diunggah Bobby melalui akun Instagram pribadinya. Rapat tersebut dihadiri Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto, perwakilan Bank Indonesia, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dan badan usaha milik daerah.
Dalam rapat itu, Asim menyampaikan inflasi Sumatera Utara pada Juli 2026 berada di level 4,20 persen. Angka tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,79 persen. Beras menjadi salah satu komoditas yang masih memberikan tekanan terhadap inflasi.
Budi kemudian melaporkan kondisi stok beras di Sumatera Utara yang mencapai sekitar 52 ribu ton. Menurut dia, pasokan tersebut masih cukup baik dan dapat ditambah dari wilayah lain jika diperlukan.
Ia juga mengusulkan penyaluran bantuan pangan sebagai salah satu langkah untuk membantu menekan harga beras di pasar.
Persoalan pengendalian harga pangan kemudian membuat Bobby mempertanyakan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah. Ia mengatakan sudah berulang kali meminta jajaran terkait memperbaiki pengelolaan dan distribusi pangan.
Bobby secara khusus menyoroti Kepala Biro Perekonomian Setda Sumut Poppy Marulita Hutagalung. Ia mempertanyakan langkah yang telah dilakukan biro tersebut dalam merespons persoalan inflasi.
“Sebenarnya sudah capek saya memberi tahu mereka yang ada di depan Bapak ini. Saya tidak tahu Bu Poppy ini mau dengar omongan saya bagaimana caranya,” kata Bobby dalam video tersebut.
Bobby bahkan mengingatkan Poppy agar menjalankan arahan yang diberikan. Jika tidak, ia mengatakan dapat meminta pejabat lain menggantikannya.
“Saya capek ngomong sama Ibu ini. Kalau Ibu tidak mau memberi tahu saya dan mendengar perintah saya, saya perintahkan orang lain untuk mencopot Ibu saja,” ujar Bobby.
Selain menyoroti birokrasi, Bobby meminta Badan Keuangan dan Aset Daerah Sumatera Utara mengevaluasi anggaran organisasi perangkat daerah yang dinilai tidak jelas penggunaannya. Ia mengusulkan anggaran tersebut dialihkan untuk mendukung subsidi transportasi.
Bobby juga mempertanyakan belum tersedianya laporan mengenai rantai pasok sejumlah komoditas pangan. Menurut dia, persoalan tersebut semestinya sudah mendapat perhatian serius karena pemerintahannya telah berjalan hampir dua tahun.
“Kami sudah hampir dua tahun di sini. Saya heran kenapa masalah pangan ini belum beres. Sampai hari ini saya belum pernah mendapat gambaran supply chain setiap komoditas,” kata Bobby.
Ia meminta jajaran terkait tidak hanya berfokus pada angka inflasi, tetapi juga memahami persoalan dari hulu hingga hilir, termasuk produksi, distribusi, ketersediaan stok, hingga harga yang diterima masyarakat.
Rapat tersebut berlangsung ketika pemerintah Sumatera Utara berupaya menjaga laju inflasi di tengah kenaikan sejumlah harga pangan. Pemerintah daerah bersama Bulog dan instansi terkait didorong memperkuat koordinasi agar pasokan tetap tersedia dan harga tidak kembali melonjak.
Penulis: Redaksi