Penyelundupan Satwa Liar Kian Marak, Pakar UGM Dorong Perlindungan Secara Integratif

Bagikan Artikel

YOGYAKARTA, BONARINEWS — Kasus penyelundupan satwa liar dilindungi di Indonesia dinilai masih menjadi ancaman serius terhadap kelestarian satwa di alam. Akademisi Universitas Gadjah Mada mendorong upaya perlindungan satwa dilakukan secara integratif mulai dari perlindungan habitat hingga penindakan perdagangan ilegal.

Dosen Fakultas Kehutanan UGM sekaligus peneliti satwa liar, Muhammad Ali Imron, mengatakan maraknya kasus penyelundupan satwa dilindungi menunjukkan ancaman serius terhadap kelestarian satwa liar di Indonesia.

“Upaya perlindungan satwa perlu dilakukan secara integratif yang utama di alam dan harus didukung dengan upaya di luarnya, termasuk pencegahan terjadinya perdagangan dan perburuan ilegal,” ujarnya, Sabtu (15/2/2025).

Menurutnya, salah satu penyebab perdagangan ilegal satwa masih terus terjadi karena tingginya permintaan pasar terhadap satwa liar maupun bagian tubuhnya, baik dalam kondisi hidup maupun mati.

Ali Imron menjelaskan tantangan terbesar dalam penanganan penyelundupan satwa adalah kemampuan deteksi petugas di bandara, terminal, dan pelabuhan, khususnya petugas dengan latar belakang nonbiologi atau nonkonservasi.

Selain itu, pemahaman aparat penegak hukum terhadap isu konservasi juga dinilai masih perlu diperkuat.

Ia mencontohkan keberhasilan penanganan kasus badak Jawa sebagai bentuk kolaborasi yang baik antara pengelola taman nasional, jaksa, hingga hakim dalam menangani kejahatan terhadap satwa liar.

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat pengawasan jalur penyelundupan dengan meningkatkan kemampuan deteksi satwa liar dilindungi bagi para petugas lapangan.

“Peran masyarakat juga cukup membantu mencegah perdagangan ilegal satwa liar melalui kesadaran pentingnya mendukung perlindungan satwa liar dilindungi,” katanya.

Ali Imron juga menyoroti pentingnya rehabilitasi dan pelepasliaran satwa hasil penyelamatan dari penyelundupan agar dapat kembali ke habitat aslinya secara aman dan tidak mengganggu populasi alami.

“Pelepasliaran harus melalui langkah-langkah yang sistematis dan dipastikan kembali ke habitat alami tanpa mengganggu populasi asli,” paparnya.

Ia berharap konservasi satwa liar di Indonesia mendapat dukungan kuat dari pemerintah, masyarakat sipil, komunitas, hingga sektor swasta.

Menurutnya, edukasi kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian satwa liar harus terus diperkuat melalui berbagai komunitas dan program konservasi berkelanjutan.

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *