Toba, BONARINEWS.com – Kapolres Toba, V.J Parapaga, mengajak masyarakat memperkuat sistem kewaspadaan dini atau alert system di tingkat desa, sekaligus menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah peredaran narkoba.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan temu ramah bersama masyarakat di Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Toba Audy Murphy Sitorus, unsur DPRD, aparat kecamatan, hingga tokoh masyarakat setempat.
Warga Soroti Maraknya Narkoba dan Pencurian
Dalam dialog terbuka, masyarakat menyampaikan keresahan terkait meningkatnya kasus pencurian dan peredaran narkoba di wilayah mereka. Kondisi ini dinilai mulai mengganggu rasa aman warga.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Toba mengakui keterbatasan jumlah personel kepolisian di lapangan.
“Polisi tidak bisa hadir 1×24 jam di setiap tempat. Karena itu, kami butuh dukungan masyarakat,” ujar Parapaga.
Dorong “Alert System” Berbasis Warga
Kapolres menekankan pentingnya membangun sistem kewaspadaan berbasis komunitas dengan melibatkan seluruh elemen desa, termasuk perangkat desa dan Bhabinkamtibmas.
Ia mengajak masyarakat untuk memperkuat “imun sosial” sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi kejahatan.
“Berdayakan simpul-simpul masyarakat. Koordinasikan dengan Bhabinkamtibmas agar respons lebih cepat dan terintegrasi,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan hotline 110 sebagai saluran pengaduan resmi yang dapat diakses selama 24 jam.
Edukasi Bahaya Narkoba
Dalam kesempatan yang sama, jajaran Sat Narkoba Polres Toba memberikan edukasi terkait penggolongan narkotika sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009.
Dijelaskan, narkotika terbagi dalam tiga golongan, mulai dari yang sangat berbahaya dan tidak digunakan untuk terapi hingga yang memiliki potensi ketergantungan ringan.
Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman tentang dampak narkoba yang dapat merusak kesehatan, mengubah kesadaran, hingga menimbulkan ketergantungan.
Keluarga Jadi Benteng Pertama
Kapolres Toba menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran keluarga dinilai sangat krusial dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan generasi muda.
“Awasi anak-anak kita. Ciptakan suasana keluarga yang nyaman agar mereka tidak mencari pelampiasan di luar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dalam menangani persoalan di lingkungan mereka.
Kolaborasi Jadi Kunci
Polres Toba menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap pelaku kejahatan, termasuk jaringan narkoba. Namun, keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat antara aparat dan warga, diharapkan lingkungan yang aman, bersih dari narkoba, serta bebas dari tindak kriminal dapat terwujud di Kabupaten Toba.
Penulis: Dedy Hu