Hardiknas 2026, Wali Kota Medan Tegas: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah, Pendidikan Harus Inklusif

Bagikan Artikel

Medan, BONARINEWS.com – Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 dimanfaatkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan usai dirinya bertindak sebagai inspektur upacara Hardiknas di UPT SMP Negeri 1 Medan, Sabtu (2/5/2026). Dalam kesempatan itu, Rico menegaskan bahwa pendidikan bukanlah sebuah kemewahan, melainkan hak dasar setiap warga negara.

“Tidak boleh ada lagi anak yang putus sekolah. Semua anak harus mendapatkan pendidikan, termasuk saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus. Pendidikan adalah fondasi utama bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan, di masa kepemimpinannya, Pemko Medan berkomitmen menghapus berbagai hambatan yang selama ini membatasi akses pendidikan bagi anak-anak, sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Mengacu pada arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Rico juga menyoroti pentingnya penerapan metode deep learning dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini dinilai mampu mendorong siswa memahami materi secara mendalam, bukan sekadar menghafal.

Menurutnya, di tengah perkembangan dunia digital, potensi generasi muda Kota Medan sangat besar dan perlu diarahkan melalui sistem pendidikan yang adaptif dan inovatif.

“Saya yakin anak-anak Medan punya potensi besar. Tinggal bagaimana kita memfasilitasi mereka agar mampu berkembang dan beradaptasi di era digital,” ujarnya.

Rico juga memberikan apresiasi kepada pihak sekolah, khususnya kepala sekolah dan tenaga pendidik yang dinilai berhasil menciptakan suasana belajar yang humanis. Sebagai alumni sekolah tersebut, ia mengaku bangga melihat perkembangan siswa yang kini semakin berprestasi, termasuk di tingkat internasional.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 1 Medan Rohanim menekankan bahwa peran kepala sekolah tidak hanya sebagai manajer, tetapi juga sebagai pengayom yang mampu membangun kedekatan emosional dengan seluruh warga sekolah.

Ia menyebut suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan menjadi kunci utama keberhasilan pembelajaran, terutama dalam penerapan konsep deep learning.

“Pendekatan dengan hati akan membuat proses belajar menjadi menyenangkan, bukan beban bagi siswa maupun guru,” ujarnya.

Upacara Hardiknas tersebut berlangsung khidmat dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, pimpinan perangkat daerah, serta para camat se-Kota Medan.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *