Jakarta, BONARINEWS.com – Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan audiensi ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional di Jakarta untuk memperjuangkan sejumlah program prioritas daerah agar masuk dalam skema pembangunan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Franc Bernhard Tumanggor menyampaikan lima program prioritas yang diharapkan dapat ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), demi mempercepat pembangunan kawasan perbatasan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah barat daya Sumatera Utara.
Lima usulan strategis yang dibawa Pemkab Pakpak Bharat meliputi pembangunan infrastruktur jalan, air baku, revitalisasi ruang publik, hingga pengembangan sektor pariwisata.
Program pertama yang diusulkan adalah perbaikan Jalan Nasional Lintas Sumatera yang menghubungkan batas Kabupaten Dairi – Kabupaten Pakpak Bharat – Kota Subulussalam. Ruas ini dinilai sangat vital untuk mendukung konektivitas antarwilayah dan distribusi logistik.
Kedua, perbaikan ruas Jalan Salak–Pagindar hingga perbatasan Kabupaten Aceh Singkil yang diharapkan membuka akses ekonomi baru di kawasan perbatasan.
Ketiga, peningkatan pembangunan jaringan pipa transmisi air baku Sapo Pulo serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk memperkuat pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Keempat, penataan dan revitalisasi Taman Lapangan Napasengkut atau NAPASENGKUT Square sebagai pusat aktivitas masyarakat dan wajah baru kota.
Kelima, pengembangan objek wisata Delleng Simpon atau Mount Simpon yang berada di ketinggian sekitar 1.800 mdpl.
Pengembangan Delleng Simpon diharapkan menjadi penopang berkembangnya kawasan “KARDAPAK” yang meliputi Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat sebagai wilayah strategis dalam RPJMD Provinsi Sumatera Utara 2025–2029 dan pusat pertumbuhan ekonomi regional.
Selain lima program tersebut, Franc juga menyampaikan permohonan dukungan untuk pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD Salak guna meningkatkan layanan kesehatan masyarakat di wilayah ujung Sumatera Utara.
Audiensi itu diterima langsung oleh Dwija Pratama bersama Sukmo. Keduanya menyambut baik berbagai usulan yang disampaikan Pemkab Pakpak Bharat.
Dwija Pratama menyatakan pihaknya akan mengupayakan agar usulan tersebut masuk dalam prioritas perencanaan pembangunan ke depan.
Menurut Franc Bernhard Tumanggor, usulan ini selaras dengan target RPJM Nasional 2025–2029, khususnya dalam percepatan pembangunan kawasan perbatasan, peningkatan konektivitas wilayah, penguatan ketahanan bencana, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Langkah jemput bola yang dilakukan Pemkab Pakpak Bharat ini diharapkan mampu membawa percepatan pembangunan nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai gerbang strategis perbatasan Sumatera Utara dan Aceh.
Penulis: Dedy Hu