MEDAN, BONARINEWS – Potensi bentrokan antar kelompok pemuda di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, berhasil dicegah berkat respons cepat Bhabinkamtibmas Polsek Deli Tua bersama unsur tiga pilar. Perselisihan yang dipicu saling ejek melalui media sosial akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi dan pendekatan kekeluargaan.
Proses mediasi berlangsung di Kantor Lurah Kwala Bekala, Jalan Luku II, pada Rabu (1/7/2026) malam. Pertemuan dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Kwala Bekala Aiptu P. Sihotang, didampingi Babinsa, perangkat kelurahan, serta kepala lingkungan sebagai bentuk sinergi TNI, Polri, dan pemerintah setempat dalam menjaga keamanan wilayah.
Perselisihan bermula dari saling sindir dan ejek antara dua kelompok pemuda melalui platform Instagram. Adu argumen di dunia maya tersebut sempat memicu kekhawatiran warga karena berpotensi berkembang menjadi konflik fisik.
Melihat situasi tersebut, tokoh masyarakat bersama aparat setempat segera mengambil langkah preventif dengan mempertemukan kedua belah pihak dalam forum mediasi. Dalam suasana yang kondusif, masing-masing pihak diberi kesempatan menyampaikan kronologi dan pandangannya sebelum dilakukan musyawarah untuk mencari penyelesaian terbaik.
Hasilnya, kedua kelompok sepakat mengakhiri perselisihan secara damai, saling memaafkan, serta berkomitmen untuk tidak mengulangi tindakan yang dapat memicu konflik di kemudian hari. Mereka juga menyatakan kesiapan menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Keberhasilan mediasi tersebut mendapat apresiasi dari kedua belah pihak yang menilai pendekatan humanis yang dilakukan jajaran Polsek Deli Tua mampu meredam persoalan tanpa harus berlanjut ke proses hukum.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, S.I.K., M.H., mengatakan penyelesaian konflik melalui mekanisme problem solving merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi yang mengedepankan langkah preventif dan pendekatan restoratif dalam menjaga keamanan masyarakat.
Menurutnya, peran Bhabinkamtibmas tidak hanya sebatas menjaga situasi keamanan, tetapi juga menjadi mediator dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.
“Melalui komunikasi yang baik dan musyawarah, potensi konflik dapat dicegah sehingga tidak berkembang menjadi tindak pidana maupun gangguan kamtibmas yang lebih besar,” ujarnya.
Ferry menambahkan, Polda Sumut terus mendorong seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara cepat, humanis, dan mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing provokasi yang berpotensi memicu konflik di kehidupan nyata.
“Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.
Penulis: Dedy Hu