Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, Ratusan Masih Hilang

Bagikan Artikel

NEPAL, BONARINEWS — Banjir bandang menerjang wilayah utara Nepal dan kawasan perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu, 26 Agustus 2026. Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 157 orang dan menyebabkan ratusan lainnya masih dalam pencarian.

Banjir menerjang kawasan Rasuwa dan sejumlah wilayah di sekitar aliran Sungai Lhende Khola. Wilayah tersebut berada di kawasan pegunungan Himalaya dan menjadi salah satu jalur menuju perbatasan Nepal dengan Tibet, Cina.

Bencana berlangsung cepat. Arus air bercampur lumpur, batu dan material lainnya menghantam permukiman serta infrastruktur di sepanjang aliran sungai. Sejumlah akses transportasi ikut terputus sehingga menyulitkan proses evakuasi dan pencarian korban.

Korban tidak hanya warga Nepal. Polisi dan wisatawan, termasuk warga negara asing, juga dilaporkan terdampak. Pada laporan awal, sebanyak 384 wisatawan disebut hilang, dengan 291 di antaranya warga asing. Data korban dan orang hilang terus berubah seiring berlangsungnya operasi pencarian.

Pemerintah Nepal mengerahkan tentara, polisi dan tim penyelamat untuk mencari korban serta mengevakuasi warga dari wilayah terdampak. Operasi penyelamatan menghadapi tantangan karena medan pegunungan dan kerusakan sejumlah akses.

Banjir juga berdampak pada infrastruktur energi. Kerusakan fasilitas pembangkit dilaporkan mencapai kapasitas sekitar 430 megawatt.

Penyebab pasti bencana masih ditelusuri. Sejumlah laporan menyebut banjir diduga dipicu material berupa es, batu dan puing dari kawasan hulu yang kemudian menyebabkan limpasan air dalam jumlah besar. Kemungkinan gangguan pada aliran glasial juga menjadi bagian dari penyelidikan.

Jumlah korban meningkat tajam sejak laporan awal. Dari delapan orang tewas, angka kemudian bertambah menjadi 19, 95, hingga sedikitnya 157 jenazah ditemukan.

Besarnya korban jiwa dan luasnya dampak membuat bencana ini disebut sebagai salah satu yang terburuk di Nepal dalam beberapa tahun terakhir, bahkan dibandingkan dengan bencana besar setelah gempa 2015.

Hingga kini, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Pemerintah Nepal terus memperbarui data korban seiring tim penyelamat menjangkau wilayah yang sebelumnya terisolasi.

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *