Sofyan Tan Ingatkan Siswa SMK Pentingnya Memahami Hak dan Tanggung Jawab sebagai Warga Negara

Bagikan Artikel

MEDAN, BONARINEWS – Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, mengingatkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar tidak hanya membekali diri dengan keterampilan teknis untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga memperkuat karakter dan pemahaman kebangsaan.

Menurutnya, kesiapan menjadi tenaga kerja profesional harus berjalan beriringan dengan kesadaran mengenai hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Dengan bekal tersebut, lulusan SMK diharapkan mampu beradaptasi di dunia kerja sekaligus berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa.

Pesan itu disampaikan Sofyan Tan dalam Sarasehan Kebangsaan MPR RI bertajuk “Mengenal MPR RI, Memahami Peran, Fungsi, dan Kewenangan MPR sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Konstitusi, dan Penjaga Kedaulatan Rakyat” di Auditorium Bung Karno, Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM), Jalan Sunggal, Gang Bakul, Kecamatan Medan Sunggal, Jumat (6/11/2026).

Di hadapan siswa kelas XII SMK Sultan Iskandar Muda, Sofyan menjelaskan bahwa MPR memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan konstitusi.

MPR bukan hanya lembaga negara yang memiliki kewenangan mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar, tetapi juga menjadi rumah kebangsaan yang mempertemukan berbagai kepentingan serta latar belakang masyarakat Indonesia.

Karena itu, generasi muda perlu memahami konstitusi agar mengetahui hak sekaligus kewajibannya sebagai warga negara. Terlebih, setelah lulus sekolah dan memasuki dunia kerja, mereka akan berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas dan beragam.

Sofyan menekankan nilai-nilai Pancasila, semangat persatuan, serta penghormatan terhadap perbedaan harus menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan bahwa Pasal 1 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945 menegaskan kedaulatan berada di tangan rakyat. Sementara konstitusi menjadi landasan untuk memastikan hak-hak warga negara terlindungi.

Pemahaman tersebut diperlukan agar generasi muda tidak hanya tumbuh menjadi pekerja terampil, tetapi juga warga negara yang kritis, bertanggung jawab, dan ikut menjaga demokrasi.

Sebagai anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan turut mendorong para siswa agar tidak berhenti mengejar pendidikan setelah lulus SMK. Menurutnya, meskipun lulusan SMK dipersiapkan untuk langsung bekerja, kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tetap terbuka.

Ia menyarankan lulusan SMK yang telah bekerja untuk tetap mempertimbangkan kuliah sambil bekerja demi memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan keilmuan, dan membangun jaringan yang bermanfaat bagi masa depan.

“Dengan demikian, lulusan SMK bisa lebih mandiri karena bisa kuliah sambil bekerja,” ujar Sofyan.

Sementara itu, Kepala SMK Sultan Iskandar Muda, Adri Hermawan SPdi MPsi, yang turut menjadi narasumber, mengatakan kesiapan siswa memasuki dunia kerja tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan dan kompetensi sesuai bidang keahlian.

Menurutnya, karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama juga menjadi bekal penting agar lulusan SMK mampu beradaptasi serta bersaing menghadapi dinamika dunia kerja.

Adri juga menyoroti pentingnya menanamkan toleransi dalam kehidupan sekolah. Sebagai bagian dari lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi kebhinekaan, siswa perlu membiasakan diri menghormati perbedaan agama, suku, budaya, maupun pandangan.

Ia menegaskan, toleransi dan disiplin harus menjadi bagian dari karakter siswa, bukan sekadar pengetahuan yang dipelajari di ruang kelas. Dengan demikian, lulusan SMK diharapkan dapat menjadi tenaga profesional sekaligus warga negara yang turut merawat persatuan bangsa.

Sarasehan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para siswa bahwa memasuki dunia kerja bukan semata-mata tentang memperoleh pekerjaan. Lebih dari itu, mereka juga dituntut membangun tanggung jawab, menghargai sesama, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Kegiatan itu turut dihadiri Anggota Dewan Pembina YPSIM Felix Iskandar Harjatanaya BSc (Hons) MSc, Tenaga Ahli DPR RI Finche Kosmanto SE MPsi, Lisnawati Ginting SH MH, serta Pandapotan Tamba SH MH.

Acara ditutup dengan dialog dan tanya jawab antara narasumber dan peserta mengenai kehidupan berkonstitusi, tanggung jawab warga negara, serta kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja.

Penulis: Dedy Hutajulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *