NIAS, BONARINEWS – Percepatan pembangunan turap di jalur perbatasan Kabupaten Nias dan Nias Barat menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution meminta pelaksanaan proyek tersebut dikebut agar penyelesaiannya sesuai target dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat saat arus kendaraan meningkat.
Permintaan itu disampaikan Bobby ketika meninjau langsung pembangunan dinding penahan tanah di Jalan Gunungsitoli, Kecamatan Hili Serangkai, Kabupaten Nias, Kamis, 29 Oktober 2026. Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan upaya percepatan berjalan di lapangan.
Bobby menekankan pentingnya penyelesaian proyek sesuai jadwal, terutama karena jalur tersebut menjadi bagian dari akses transportasi masyarakat di Kepulauan Nias.
“Pekerjaan ini harus dipastikan berjalan sebaik-baiknya dan selesai sesuai jadwal untuk mengantisipasi kelancaran arus kendaraan menjelang Nataru,” ujar Bobby.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya Provinsi Sumut Chandra Dalimunthe bersama tim teknis yang menangani proyek.
Tim teknis menjelaskan bahwa salah satu tahapan utama pembangunan turap adalah pemasangan 24 titik bore pile atau fondasi tiang bor. Setiap titik dirancang dengan tinggi enam meter dan kedalaman mencapai 14 meter untuk mendukung konstruksi penahan tanah.
Dari sisi persiapan material, fabrikasi pembesian untuk bore pile dilaporkan telah rampung seluruhnya. Material yang diperlukan juga sudah tersedia di lokasi pekerjaan.
Namun, untuk mengejar target setelah sempat mengalami keterlambatan, pelaksana proyek melakukan sejumlah langkah percepatan. Strategi yang diterapkan mencakup penambahan tenaga kerja dan pelaksanaan beberapa bagian pekerjaan secara bersamaan agar waktu pengerjaan lebih efisien.
Perwakilan tim teknis menyebut jumlah pekerja yang sebelumnya rata-rata sekitar 15 orang per hari diupayakan meningkat menjadi lebih dari 20 orang.
“Untuk mengejar target, kami mengupayakan penambahan manpower menjadi di atas 20 orang yang bersiaga di lapangan,” terang perwakilan tim teknis.
Sementara itu, progres pembesian pada struktur dinding penahan tanah dilaporkan telah mencapai 50 persen. Setelah pekerjaan pembesian selesai, tahap berikutnya adalah pengecoran beton.
Pengecoran tersebut akan diikuti masa perawatan beton atau curing selama kurang lebih dua minggu. Tahap ini diperlukan sebelum pekerjaan berlanjut ke proses penimbunan dan pemadatan badan jalan.
Penimbunan dan pemadatan direncanakan mencakup ruas sepanjang sekitar 100 meter. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk menuntaskan pembangunan turap sekaligus mendukung kesiapan akses jalan menjelang periode libur akhir tahun.
Pemerintah Provinsi Sumut berharap percepatan proyek dapat membantu menjaga kelancaran perjalanan masyarakat, terutama ketika mobilitas kendaraan meningkat selama Natal dan Tahun Baru. Penyelesaian sesuai jadwal menjadi perhatian agar pekerjaan infrastruktur tersebut dapat segera menunjang penggunaan jalan.
Penulis: Dedy Hutajulu