MEDAN, BONARINEWS — Operasi gabungan aparat penegak hukum menyita 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) dari kapal tanker MT Global 168 di perairan Sumatera Utara. Pengungkapan dugaan penyelundupan lintas negara ini menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk menelusuri jaringan yang diduga berada di balik pengiriman tersebut.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan, pemberantasan narkotika tidak cukup hanya dengan menyita barang bukti dan menangkap orang yang diduga terlibat. Aparat perlu mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang mengendalikan pengiriman dan kemungkinan keterkaitannya dengan jaringan yang lebih luas.
“Kita memiliki semangat yang sama. Alhamdulillah, hari ini kita berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku penyelundupan yang menghancurkan generasi muda bangsa,” ujar Suyudi dalam keterangannya.
Pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja sama Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara.
Tim gabungan memantau pergerakan MT Global 168 sebelum mencegat kapal itu di perairan sekitar Tanjung Balai Asahan pada 20 Oktober 2026. Pemeriksaan kemudian dilakukan di Pelabuhan Belawan.
Dari kapal tersebut, petugas menemukan 58 karung berisi 1.160 bungkus ketamin HCl dengan berat total 1.160 kilogram. Polisi juga menyita kapal yang digunakan untuk mengangkut barang tersebut, 14 alat komunikasi, dan sejumlah perlengkapan kapal lainnya.
Penyidikan Dikembangkan
Dalam perkara ini, penyidik menetapkan seorang warga negara Taiwan berinisial YCY (42) sebagai tersangka. Sementara itu, tujuh awak kapal lainnya masih berstatus saksi dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami peran masing-masing.
Kapolri menegaskan, aparat tidak akan memberikan ruang bagi jaringan narkotika untuk memanfaatkan jalur Indonesia sebagai sarana penyelundupan.
“Jangan harap ada pihak yang dapat memanfaatkan celah sejengkal pun di bumi Indonesia. Kita tidak akan pernah memberikan ruang atau berkompromi dengan para pengkhianat kemanusiaan yang berani merusak masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Jalur laut menjadi salah satu aspek penting dalam pengungkapan ini karena penyidikan perlu memastikan asal muatan, tujuan pengiriman, serta pihak yang diduga mengatur distribusinya. Namun, informasi mengenai jaringan yang lebih luas masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan.
Suyudi mengapresiasi kolaborasi antarlembaga dalam operasi tersebut. Menurut dia, kerja sama aparat dan dukungan masyarakat diperlukan untuk menghadapi kejahatan transnasional yang memanfaatkan berbagai jalur pengiriman.
Peran Masyarakat dalam Pencegahan
Selain penindakan, Kapolri mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah peredaran narkotika. Kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar dan penyampaian informasi melalui saluran resmi dapat membantu aparat mendeteksi dugaan tindak pidana.
“Kecurigaan di lapangan dan kepedulian masyarakat merupakan mata dan telinga yang menjadi bagian dari benteng pertahanan bangsa,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat upaya pencegahan agar peredaran narkotika tidak semakin mengancam generasi muda.
Pengungkapan 1,16 ton ketamin dari MT Global 168 kini menjadi bagian dari upaya penegakan hukum terhadap dugaan penyelundupan narkotika lintas negara. Pengembangan perkara diharapkan dapat menjelaskan lebih jauh asal dan tujuan muatan serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pengirimannya.
Penulis: Dedy Hutajulu