MEDAN, BONARINEWS — Delapan atlet disabilitas intelektual Special Olympics Indonesia (SOIna) Sumatera Utara meraih 12 medali dalam Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa, yang juga membuka kesempatan bagi para atlet untuk berlatih menggunakan fasilitas olahraga Kodam I/BB.
Apresiasi itu disampaikan saat Pangdam menerima perwakilan atlet dan pengurus SOIna Sumut di ruang kerjanya di Medan, Rabu (21/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, Hendy berdialog langsung dengan para atlet mengenai cabang olahraga yang diikuti dan medali yang mereka raih.
Kontingen Sumut membawa pulang dua medali emas, enam perak, dan empat perunggu dari ajang yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 tersebut.
Dua medali emas diraih Mikhael dari cabang bocce dan Muhammad Abbas Lubis melalui renang 50 meter gaya dada.
Enam medali perak diperoleh Daffa Zaidan Afkar dari renang 50 meter gaya dada, Eliakim Barus dari bulu tangkis, serta Gerardus Sarman Manik dari lari 100 meter dan lompat jauh. Dua medali perak lainnya diraih Cintya Cinta Laura Siringoringo melalui senam ritmik dengan satu alat bola dan Maruli Simarmata pada lari 400 meter.
Adapun empat medali perunggu diraih Muhammad Abbas dari renang 100 meter gaya dada, Cintya Cinta Laura Siringoringo melalui senam ritmik dengan alat bola dan pita, serta Maruli Simarmata dan Jhon Alexander dari lari 800 meter.
Dalam pertemuan itu, Pangdam memberikan kesempatan kepada atlet SOIna Sumut untuk memanfaatkan fasilitas latihan di lingkungan Kodam I/BB, termasuk untuk cabang lari, senam, dan renang. Pengaturan penggunaan fasilitas dapat dikoordinasikan melalui Jasdam I/BB.
Dukungan tersebut berpotensi membantu atlet memperoleh akses latihan yang lebih baik untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Ketua SOIna Sumut August Sinaga mengatakan, PESONAS II 2026 diikuti kontingen atlet disabilitas intelektual dari 25 provinsi di Indonesia.
Ajang tersebut mengusung tema “Akulah Bintang Dunia: Dari Kupang ke Santiago”. Selain menjadi kompetisi olahraga nasional, PESONAS II juga menjadi bagian dari proses penjaringan dan seleksi atlet menuju Special Olympics World Games 2027 di Santiago, Cile.
Melalui kompetisi tersebut, atlet diharapkan dapat mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan memperkuat kemandirian. Prestasi yang diraih juga menunjukkan bahwa atlet disabilitas intelektual memiliki kesempatan untuk bersaing dan berprestasi melalui pembinaan serta dukungan yang memadai.
Dewan Penasihat SOIna Sumut Syaiful Syafri menyampaikan terima kasih kepada Pangdam I/BB atas penerimaan dan perhatian terhadap para atlet. Ia berharap dukungan tersebut dapat mendorong peningkatan prestasi atlet pada tahun-tahun mendatang.
Pertemuan diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan Peduli Disabilitas Intelektual dari SOIna Sumut kepada Pangdam I/BB, dilanjutkan dengan foto bersama.
Penulis: Dedy Hutajulu