SOIna Kalsel Bidik Tiga Besar PESONAS II, Tiga Atlet Berpeluang ke World Games 2027

Bagikan Artikel

BANJARBARU, BONARINEWS – Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Kalimantan Selatan membidik posisi tiga besar pada Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, 14–18 Oktober 2026. Selain mempertahankan prestasi nasional, ajang ini menjadi kesempatan bagi atlet daerah untuk membuka jalan menuju World Games 2027 di Santiago, Cile.

Sebanyak 58 atlet Kalimantan Selatan diberangkatkan untuk berlaga pada tujuh cabang olahraga, yakni tenis meja, bulu tangkis, renang, senam ritmik, atletik, sepak bola, dan bocce. Kontingen tersebut resmi dilepas pada Selasa (13/10/2026) di SMK-PP Negeri Banjarbaru oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor, yang mewakili Gubernur H. Muhidin.

Ketua SOIna Kalimantan Selatan, Sri Rahayu, mengatakan para atlet yang diberangkatkan telah melewati proses seleksi dan pembinaan berjenjang selama beberapa tahun. Ia optimistis kontingen mampu bersaing meskipun harus menghadapi lawan tangguh, terutama tuan rumah Nusa Tenggara Timur dan DKI Jakarta.

“Target insya Allah mempertahankan peringkat minimal di posisi tiga, karena saingan kita tuan rumah dan DKI atletnya lebih banyak dua kali lipat,” ujar Sri Rahayu.

Kalimantan Selatan pernah menempati peringkat ketujuh dan peringkat ketiga dalam keikutsertaan sebelumnya. Karena itu, PESONAS II menjadi ujian bagi hasil pembinaan daerah sekaligus kesempatan untuk mempertahankan capaian terbaik.

Sri Rahayu memastikan kesiapan kontingen telah mencapai 100 persen. “Alhamdulillah kesiapan keberangkatannya sudah siap 100 persen dengan segala risiko dan perjuangan hingga akhirnya bisa berangkat semua,” katanya.

Menurut dia, para atlet merupakan hasil seleksi melalui Pekan Special Olympics Daerah (PESODA) selama tiga tahun. Setelah proses seleksi, atlet menjalani pembinaan di kabupaten dan kota masing-masing sebelum dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi nasional.

Proses tersebut menunjukkan pentingnya kesinambungan pembinaan atlet disabilitas intelektual, mulai dari penjaringan bakat di daerah hingga kesempatan bertanding pada tingkat nasional. Kompetisi tidak hanya menjadi ajang mengukur kemampuan, tetapi juga ruang untuk membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan pengalaman atlet.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalimantan Selatan, Pebriadin Hapiz, mengatakan pemerintah provinsi mendukung keikutsertaan kontingen dalam PESONAS II. Menurutnya, olahraga kompetitif dapat menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus mendorong atlet mengembangkan kemandirian.

Ia berharap para atlet mampu memberikan hasil terbaik bagi daerah. Namun, manfaat keikutsertaan dalam kompetisi juga perlu dilihat dari pengalaman, semangat, dan perkembangan kualitas hidup atlet, bukan semata-mata jumlah medali yang diraih.

Peluang menuju panggung internasional turut menjadi motivasi bagi kontingen Kalimantan Selatan. Sri Rahayu menyebut Pengurus Pusat SOIna telah menawarkan tambahan kuota bagi tiga atlet dari daerah tersebut untuk berpeluang tampil pada World Games 2027 di Santiago, Cile, yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober tahun depan.

“Hasil dari PESONAS NTT tahun ini, akan dikirim ke Santiago, Chile, bulan Oktober tahun 2027. PP SOIna sudah hitung-hitungan, tidak sanggup kalau mengirim ke Santiago dengan 76 atlet, sehingga ada penawaran kuota ke Kalsel sebanyak 3 atlet,” ujarnya.

Peluang tersebut membuat hasil PESONAS II memiliki arti lebih luas bagi para atlet. Selain memperebutkan prestasi nasional, kompetisi ini dapat menjadi bagian dari proses menuju ajang internasional, meskipun kepastian atlet yang akan diberangkatkan masih bergantung pada hasil dan proses penetapan selanjutnya.

Bagi SOIna Kalimantan Selatan, target tiga besar dan peluang mengirimkan atlet ke World Games menjadi dua capaian yang ingin diraih melalui pembinaan berkelanjutan. Lebih dari itu, partisipasi para atlet diharapkan memperkuat kesempatan penyandang disabilitas intelektual untuk berkembang, berprestasi, dan memperoleh pengakuan melalui olahraga.

Penulis: Dedy Hutajulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *