MEDAN, BONARINEWS — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara mendorong peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) menerapkan hasil studi lapangan untuk memperbaiki kinerja organisasi dan pelayanan publik di instansi masing-masing.
Studi lapangan yang dilaksanakan pada Kamis (8/10/2026) itu membawa peserta PKA Angkatan I hingga IV ke sejumlah lokus pembelajaran di Provinsi DKI Jakarta. Sementara peserta PKP Angkatan II hingga IV mengikuti kegiatan serupa di Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan aparatur melalui pembelajaran langsung mengenai inovasi pelayanan, pemanfaatan teknologi, kolaborasi, dan tata kelola pemerintahan.
Kepala BPSDM Sumatera Utara Agustinus menekankan pentingnya menerjemahkan pengalaman selama studi lapangan menjadi perbaikan nyata setelah peserta kembali ke instansi masing-masing. Inovasi yang dipelajari, menurut dia, perlu disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, ketersediaan sumber daya, dan karakteristik masyarakat yang dilayani.
Peserta PKA diarahkan untuk memperkuat kemampuan memimpin perubahan dan mengelola kinerja organisasi. Adapun peserta PKP berfokus pada peningkatan kepemimpinan pelayanan serta pengelolaan pelaksanaan program di unit kerja.
Di DKI Jakarta, peserta PKA mempelajari delapan lokus yang mencakup bidang komunikasi dan informatika, kesehatan, perizinan, pendidikan, lingkungan hidup, administrasi kependudukan, penanggulangan bencana, serta transportasi publik melalui Transjakarta.
Pembelajaran tersebut mencakup integrasi layanan digital, pemanfaatan data, penyederhanaan proses pelayanan, dan penguatan koordinasi lintas sektor. Berbagai praktik itu diharapkan dapat menjadi referensi bagi peserta dalam merancang proyek perubahan di lingkungan kerja masing-masing.
Sementara itu, peserta PKP di Tangerang Selatan mempelajari transformasi pelayanan publik, termasuk integrasi layanan melalui Tangsel One dan pemanfaatan asisten digital HELITA. Fokus pembelajaran meliputi kemudahan akses layanan, kecepatan respons, serta pengelolaan aspirasi dan pengaduan masyarakat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyambut baik kegiatan tersebut. Dukungan kedua pemerintah daerah diharapkan memperluas pertukaran praktik baik dan memperkuat kerja sama antardaerah dalam pengembangan kompetensi aparatur.
BPSDM Sumatera Utara menargetkan kegiatan ini menghasilkan rumusan praktik baik yang dapat diadaptasi, penguatan gagasan proyek perubahan bagi peserta PKA, serta penyempurnaan aksi perubahan bagi peserta PKP.
Hasil studi lapangan juga diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam indikator kinerja yang terukur. Indikator tersebut antara lain pemangkasan waktu penyelesaian layanan, peningkatan penyelesaian pengaduan, pencapaian target kinerja, dan peningkatan kepuasan masyarakat.
Dengan demikian, keberhasilan studi lapangan tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan yang diperoleh peserta selama kegiatan, tetapi juga oleh penerapan hasil pembelajaran di tempat kerja. BPSDM Sumatera Utara berharap proses tersebut dapat mendorong perbaikan kinerja organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
Penulis: Dedy Hutajulu