KARO, BONARINEWS – Sebanyak 495 siswa yang terdampak dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, mendapat tali asih dari DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sabtu (3/10/2026).
Penyaluran bantuan berlangsung di Gedung Kesenian Open Stage Taman Mejuah-Juah, Berastagi. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan kepada siswa dan keluarga yang masih menghadapi dampak dari kejadian tersebut.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, mengatakan kehadiran jajaran partai di tengah keluarga siswa merupakan bentuk dukungan moral agar anak-anak segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
“Kami hadir untuk memberikan semangat, dorongan, dan penguatan kepada anak-anak kita. Mudah-mudahan mereka segera pulih dan tidak membawa pengalaman ini menjadi trauma. Kami ingin mereka tahu bahwa ada banyak pihak yang peduli dan ikut memberikan dukungan,” ujar Rapidin.
Rapidin mengatakan dirinya juga telah menyampaikan perkembangan kondisi siswa terdampak di Karo kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Menurut Rapidin, Megawati berpesan agar kader partai selalu berada di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.
“Ibu Megawati menanyakan bagaimana perkembangan anak-anak Karo yang terdampak. Saya menyampaikan bahwa kondisi mereka terus kita pantau. Pesan beliau kepada kami adalah agar kader selalu berada di tengah masyarakat, hadir dalam suka maupun duka, memberikan penguatan dan membantu masyarakat melewati masa-masa sulit,” kata Rapidin.
Pesan tersebut, kata Rapidin, menjadi dorongan bagi kader PDI Perjuangan Sumatera Utara untuk terus mendampingi masyarakat yang terdampak.
Bantuan diberikan dalam bentuk tabungan melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia. Besaran tali asih disesuaikan dengan kondisi masing-masing siswa.
Siswa yang mengalami kondisi berat dan mendapatkan perawatan hingga harus dirujuk memperoleh tabungan sebesar Rp2,5 juta per orang.
Sementara siswa yang menjalani rawat inap menerima Rp500 ribu per orang. Sedangkan siswa terdampak yang tidak menjalani perawatan mendapatkan Rp300 ribu per orang.
Rapidin menegaskan, nominal bantuan bukan menjadi tujuan utama dari pemberian tali asih tersebut.
“Ini bukan semata-mata persoalan nilainya. Yang ingin kami sampaikan adalah bahwa kader-kader PDI Perjuangan yang dipimpin Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri hadir memberikan semangat dan penguatan kepada anak-anak kita,” ujarnya.
Berdasarkan data yang disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karo sekaligus anggota DPRD Karo, Peri Edisonta Milala, sebanyak 495 siswa terdampak berasal dari sejumlah sekolah di wilayah Berastagi.
Rinciannya, SD Yayasan Bersama sebanyak 28 siswa, SMP Yayasan Bersama 43 siswa, SMA Yayasan Bersama 54 siswa, SMA Negeri 1 Berastagi 325 siswa, serta SMK Negeri Merdeka Berastagi sebanyak 45 siswa.
Dari total tersebut, sebanyak 396 rekening bantuan telah tercetak melalui BRI. Sementara 99 rekening lainnya masih dalam proses karena terdapat data Nomor Induk Kependudukan yang perlu diperbaiki.
“Kami terus melakukan koordinasi agar seluruh rekening yang masih terkendala data dapat segera diselesaikan, sehingga bantuan dapat diterima oleh seluruh siswa yang telah terdata,” kata Peri.
Rapidin mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong kader PDI Perjuangan Sumatera Utara bersama jajaran partai di Kabupaten Karo.
Menurutnya, penyaluran bantuan tidak berhenti di Karo. Kegiatan serupa direncanakan berlanjut ke daerah lain di Sumatera Utara, termasuk Deli Serdang dan Asahan.
“Kami mulai dari Tanah Karo. Selanjutnya juga akan dilakukan di daerah lain, termasuk Deli Serdang dan Asahan. Ini merupakan bentuk kepedulian kader PDI Perjuangan Sumatera Utara kepada anak-anak yang terdampak,” katanya.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Soetarto, mengatakan pemberian tali asih merupakan bagian dari kepedulian terhadap siswa dan keluarga yang terdampak.
Ia mengatakan pihaknya juga terus memantau kondisi siswa, termasuk mereka yang masih menjalani perawatan.
“Semua ini bentuk kepedulian PDI Perjuangan Sumatera Utara terhadap persoalan yang dihadapi adik-adik siswa-siswi yang terdampak MBG. Kami juga terus memantau kondisi mereka, termasuk mengunjungi anak-anak yang masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Soetarto.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Karo sekaligus kader PDI Perjuangan, Iriani Br Tarigan, mengatakan perhatian terhadap siswa tidak berhenti pada pemberian tali asih.
Menurutnya, PDI Perjuangan bersama Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Karo akan terus mengawal persoalan tersebut, termasuk menyampaikan aspirasi orang tua siswa kepada Badan Gizi Nasional.
Sebelumnya, perwakilan DPRD Karo bersama pihak terkait juga telah membawa aspirasi mengenai penanganan siswa terdampak ke BGN di Jakarta. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengawalan terhadap persoalan yang muncul setelah kejadian MBG di Berastagi.
“Kami akan terus bersama masyarakat dan mengawal persoalan ini. Apa yang menjadi hak dan kebutuhan anak-anak serta orang tua akan terus kami perjuangkan melalui jalur yang ada,” ujar Iriani.
Iriani juga mengatakan pelaksanaan MBG tetap perlu diperbaiki agar tujuan program dapat berjalan seiring dengan perhatian terhadap keamanan dan kesehatan siswa.
“Kami berharap ke depan tidak ada lagi anak-anak yang mengalami kejadian seperti ini. Program MBG tetap kita dukung, tetapi pelaksanaannya harus terus diperbaiki, termasuk tata kelolanya, agar keamanan dan kesehatan anak-anak menjadi perhatian utama,” katanya.
Pemberian tali asih tersebut turut dihadiri jajaran DPD dan DPC PDI Perjuangan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Soetarto, Ketua Komisi B DPRD Sumut Sorta Ertaty Siahaan, Sutrisno Pangaribuan, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Karo, perwakilan BRI, orang tua serta siswa terdampak.
Bagi PDI Perjuangan Sumatera Utara, penyaluran bantuan tersebut bukan hanya soal pemberian uang. Kegiatan itu juga menjadi bentuk pendampingan kepada siswa dan keluarga sekaligus bagian dari pengawalan terhadap persoalan MBG di Tanah Karo.
Penulis: Dedy Hutajulu