MEDAN, BONARINEWS — Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II di Kupang, Nusa Tenggara Timur, bukan sekadar panggung bagi atlet untuk bersaing di tingkat nasional. Bagi kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Sumatera Utara, ajang yang berlangsung Oktober 2026 itu menjadi salah satu tahapan menuju target yang lebih besar: tampil di Special Olympics World Summer Games 2027 di Santiago, Chile.
Sejumlah atlet SOIna Sumut tengah dipersiapkan untuk mengikuti Pesonas II yang dijadwalkan berlangsung di Kupang pada 13-18 Oktober 2026. Ajang tersebut menjadi bagian dari proses untuk menentukan atlet Indonesia yang akan tampil pada ajang dunia di Santiago pada Oktober 2027.
Ketua SOIna Sumut Agus Sinaga mengatakan persiapan atlet dilakukan dengan memperhatikan kemampuan masing-masing cabang olahraga. Para atlet juga terus menjalani latihan fisik, teknik, dan mental menjelang pertandingan.
Sejumlah atlet asal Kota Medan yang disiapkan mengikuti Pesonas antara lain Zidan di atletik dan renang, Eliakim pada bulu tangkis, Abbas pada renang, Mika Hutahaean pada bocce, serta Jhon di atletik.
Mereka diperkenalkan dalam pertemuan pengurus SOIna Sumut, atlet, pelatih, dan orangtua dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Kantor Wali Kota Medan, Rabu (23/9/2026).
“Kami berharap doa dan dukungan beliau menjadi semangat bagi anak-anak untuk meraih prestasi di Pesonas NTT,” ujar Agus.
Bagi SOIna Sumut, Pesonas menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk melangkah ke tingkat internasional.
Special Olympics Indonesia menyebut atlet yang berprestasi di Pesonas II akan menjadi dasar pemilihan atlet untuk mewakili Indonesia pada Special Olympics World Summer Games (SOWSG) 2027 di Santiago. Pemerintah juga menyebut Pesonas sebagai ajang seleksi menuju kejuaraan tersebut.
Santiago 2027 dijadwalkan berlangsung pada 16-24 Oktober 2027. Ajang ini akan mempertemukan lebih dari 6.000 atlet dari lebih dari 170 negara.
Dewan Penasehat SOIna Sumut Syaiful Syafri mengatakan kesempatan menuju kompetisi internasional harus diikuti dengan pembinaan yang serius sejak tingkat nasional.
“Para pelatih harus benar-benar mempersiapkan peserta dengan baik. Prestasi di tingkat nasional menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka menuju kejuaraan internasional,” kata Syaiful.
Menurut dia, pencapaian di Pesonas tidak hanya dilihat dari medali. Kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi atlet untuk memperoleh pengalaman bertanding dan menunjukkan perkembangan kemampuan setelah menjalani pembinaan.
Bagi atlet dengan disabilitas intelektual, kesempatan bertanding memiliki arti lebih luas. Olahraga menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan kemampuan, membangun kemandirian, sekaligus memperluas partisipasi mereka dalam kehidupan sosial.
Karena itu, persiapan SOIna Sumut tidak berhenti pada latihan menjelang Pesonas. Dukungan pelatih, pengurus, dan keluarga menjadi bagian penting agar atlet dapat menjaga kondisi fisik sekaligus siap menghadapi tekanan pertandingan.
Target menuju Santiago memang masih panjang. Namun, langkah pertama harus dilewati di Kupang.
Di sana, para atlet SOIna Sumut akan berusaha menunjukkan hasil pembinaan yang telah mereka jalani. Penampilan mereka di Pesonas akan menjadi bagian dari perjalanan untuk memperebutkan kesempatan mengenakan seragam Indonesia di panggung Special Olympics World Summer Games 2027.
Penulis: Dedy Hutajulu