DAIRI, BONARINEWS — Persatuan Mahasiswa/i Rantau Sidikalang dan Sekitarnya atau Parsidikalang menemui Bupati Dairi Vickner Sinaga untuk membahas penguatan organisasi sekaligus membuka ruang kolaborasi antara mahasiswa di perantauan dan pemerintah daerah.
Pertemuan berlangsung di Pendopo Bupati Dairi, Jumat (4/9/2026). Komunitas tersebut menjadi wadah komunikasi bagi mahasiswa asal Dairi yang sedang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Kota Medan.
Ketua Parsidikalang Berhands Bancin bersama pembina Kidung Agung Ujung dan sejumlah anggota menyampaikan berbagai kebutuhan yang dihadapi komunitas dalam membangun organisasi agar lebih terarah dan memiliki kelembagaan yang kuat.
Salah satu persoalan yang dibahas adalah legal standing organisasi. Parsidikalang berharap pemerintah daerah dapat memberikan arahan dan fasilitasi terkait proses legalitas serta administrasi kelembagaan.
Selain aspek organisasi, para mahasiswa juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat memberikan dukungan di bidang pendidikan, termasuk melalui bantuan pendidikan maupun beasiswa bagi mahasiswa asal Dairi yang sedang menempuh studi di luar daerah.
Persoalan lain yang disampaikan adalah pemanfaatan Mess Pemkab Dairi di Medan. Parsidikalang berharap fasilitas tersebut dapat digunakan sementara sebagai sekretariat sekaligus ruang berkegiatan mahasiswa Dairi yang berada di perantauan.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Bupati Dairi Vickner Sinaga. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang berupaya membangun wadah komunikasi dan kebersamaan di tengah kehidupan perantauan.
“Gagasan-gagasan yang baik saya ikut mendukung,” ujar Vickner.
Ia juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar berani memiliki cita-cita besar dan tidak mudah menyerah dalam mengejar masa depan.
“Apa yang saya capai tidak sulit untuk kalian mencapainya. Saya senang saya tidak kehilangan generasi penerus dengan kehadiran kalian hari ini,” katanya.
Vickner selanjutnya meminta Parsidikalang segera berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk menindaklanjuti pembahasan, terutama yang berkaitan dengan penguatan kelembagaan komunitas.
Menurut dia, keberadaan mahasiswa asal Dairi di berbagai perguruan tinggi dapat menjadi potensi penting bagi daerah. Karena itu, mahasiswa tidak hanya diharapkan membangun jaringan di perantauan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap perkembangan kampung halaman.
“Mari berkontribusi bagi kemajuan Dairi. Ingat, orang pintar akan kalah dengan orang yang gigih,” pesan Vickner.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan Agel Siregar.
Bagi Parsidikalang, pertemuan dengan kepala daerah menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi antara mahasiswa Dairi di perantauan dengan pemerintah. Komunitas tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi wadah yang tidak hanya mempererat hubungan antarmahasiswa, tetapi juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan Kabupaten Dairi.
Keberadaan komunitas mahasiswa rantau juga dinilai dapat menjadi ruang untuk bertukar gagasan, membangun jejaring serta mempersiapkan sumber daya manusia asal Dairi yang kelak dapat kembali memberikan kontribusi bagi daerah.
Penulis: Dedy Hutajulu