IPK 3,95 Bikin Haru, Darni Gulo Anak Nias Jadi Lulusan Terbaik MBP Berkat KIP Kuliah

Bagikan Artikel

MEDAN, BONARINEWS – Rasa haru tak mampu disembunyikan Darni Gulo ketika namanya diumumkan sebagai lulusan terbaik umum Wisuda XXIII Politeknik Mandiri Bina Prestasi atau MBP Tahun Akademik 2025/2026.

Perempuan asal Pulau Nias tersebut berhasil meraih IPK 3,95 dari Program Studi Administrasi Bisnis. Di tengah ratusan wisudawan, Darni berdiri dengan toga yang menjadi simbol keberhasilan sekaligus bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.

Di balik pencapaian tersebut terdapat perjalanan yang tidak mudah. Darni berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Keinginannya melanjutkan kuliah sempat terbentur kemampuan keluarga untuk membiayai pendidikan.

Kegelisahan sang ibu yang tidak mampu membiayai kuliahnya masih diingat Darni. Saat itu, impian untuk melanjutkan pendidikan tinggi nyaris terkubur oleh persoalan biaya.

Namun, kesempatan datang melalui program KIP Kuliah jalur aspirasi Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan.

Bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup selama menjalani perkuliahan membuat Darni tidak lagi harus dihadapkan pada pilihan sulit antara membantu kondisi ekonomi keluarga atau mengejar pendidikan.

Ia memilih untuk belajar dan membuktikannya dengan prestasi.

Kini, Darni bukan hanya berhasil menyelesaikan pendidikan vokasi. Ia justru dinobatkan sebagai lulusan terbaik umum dengan IPK 3,95.

Bagi Darni, KIP Kuliah bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Beasiswa tersebut menjadi jembatan yang membawanya dari keluarga kurang mampu menuju masa depan yang sebelumnya terasa sulit dijangkau.

Dengan suara penuh haru, Darni menyampaikan terima kasih kepada dr Sofyan Tan atas dukungan yang telah diberikan.

Ia menilai kepedulian terhadap pendidikan harus terus diperluas tanpa membedakan suku, agama maupun latar belakang sosial.

Menurut Darni, anak-anak yang memiliki kemampuan tetapi terkendala biaya membutuhkan kesempatan agar potensi mereka tidak berhenti hanya karena keterbatasan ekonomi.

Kisah Darni menjadi salah satu cerita yang mewarnai Wisuda XXIII Politeknik MBP Tahun Akademik 2025/2026.

Dari 114 wisudawan Politeknik MBP, sebanyak 64 orang diketahui merupakan penerima KIP Kuliah Aspirasi dr Sofyan Tan.

Tak hanya itu, program tersebut juga menunjukkan capaian akademik yang membanggakan. Tiga dari empat lulusan terbaik Politeknik MBP kali ini merupakan penerima beasiswa tersebut.

Sofyan Tan mengungkapkan bahwa secara keseluruhan Politeknik MBP telah menerima lebih dari 1.300 kuota KIP Kuliah. Jumlah tersebut menjadi bagian dari sekitar 17.000 alokasi aspirasi yang diperjuangkannya untuk 154 perguruan tinggi.

Bagi Sofyan Tan, keberhasilan mahasiswa penerima beasiswa menjadi jawaban nyata bahwa akses pendidikan dapat membuka peluang besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ia mengaku rasa lelah dan kritik yang diterimanya sebagai anggota DPR RI seketika sirna ketika melihat mahasiswa dari kelompok marginal berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih prestasi.

Ketika melihat anak-anak ini berhasil, rasa lelah itu hilang, ujar Sofyan Tan.

Ia juga menyampaikan bahwa dukungan masyarakat, khususnya dari kalangan bawah, menjadi dorongan moral untuk terus memperjuangkan akses pendidikan tinggi.

Di hadapan para wisudawan, Sofyan Tan menitipkan lima nilai penting yang menurutnya menjadi bekal menghadapi dunia kerja.

Kelima nilai tersebut adalah dedikasi tinggi, kejujuran, inisiatif, tanggung jawab dan sikap inklusif.

Menurutnya, dedikasi membutuhkan keberanian untuk berkorban tanpa pamrih. Kejujuran harus menjadi dasar integritas, baik secara finansial maupun moral.

Para lulusan juga didorong memiliki inisiatif, yakni mampu peka terhadap keadaan dan bertindak tanpa harus selalu menunggu perintah.

Selain itu, tanggung jawab terhadap setiap tugas harus dijaga. Sikap inklusif yang menghargai toleransi dan keberagaman juga dinilai penting untuk membuka peluang di masa depan.

Sofyan Tan juga mengingatkan para lulusan pendidikan vokasi agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah.

Upskilling atau peningkatan keterampilan secara berkelanjutan dinilai menjadi kebutuhan penting untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan industri yang semakin cepat.

Kemampuan untuk terus beradaptasi menjadi modal penting agar para lulusan mampu bersaing dan tidak terjebak dalam ancaman pengangguran struktural.

Ketua Yayasan MBP Christianto Y.V. Tarigan turut menyampaikan kebanggaannya atas capaian para penerima KIP Kuliah.

Dari 114 wisudawan, 64 di antaranya merupakan penerima KIP Kuliah Aspirasi. Lebih membanggakan lagi, tiga dari empat lulusan terbaik MBP kali ini berasal dari penerima beasiswa tersebut.

Capaian itu menunjukkan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak selalu menentukan kemampuan akademik seseorang.

Ketika kesempatan pendidikan dibuka, mahasiswa dari keluarga kurang mampu juga mampu bersaing dan berdiri di barisan terdepan sebagai lulusan terbaik.

Prestasi Darni Gulo bahkan mendapat apresiasi khusus dari Yayasan MBP. Atas pencapaiannya sebagai lulusan terbaik, Darni mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 di Universitas MBP.

Perjalanan Darni dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi hingga berdiri sebagai lulusan terbaik menjadi pesan kuat bahwa kesempatan pendidikan dapat mengubah arah hidup seseorang.

IPK 3,95 yang diraihnya bukan sekadar angka di atas kertas. Di baliknya ada perjuangan, kesempatan dan keberanian untuk terus mengejar cita-cita meski keadaan ekonomi sempat membuat jalan terasa begitu berat.

Penulis: Dedy Hutajulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *