Menjadi guru tidak cukup hanya dengan memahami teori di ruang kuliah. Ada saatnya pengetahuan harus bertemu dengan pengalaman, dan pada titik itulah sekolah menjadi ruang belajar yang sesungguhnya.
Rabu, 26 Agustus 2026, saya berkesempatan mengantarkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar ke SD Negeri 122348 Pematangsiantar untuk melaksanakan proses belajar, praktik, dan pengembangan diri di lingkungan sekolah.
Sebagai Dosen Pendamping Lapangan, saya memandang kehadiran mahasiswa di sekolah bukan sekadar bagian dari pemenuhan kewajiban akademik. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan bagi mereka untuk melihat secara langsung bagaimana pengetahuan pedagogis diterapkan, bagaimana berinteraksi dengan peserta didik, bagaimana memahami karakter sekolah, serta bagaimana seorang guru menghadapi dinamika pembelajaran sehari-hari.
Kehadiran kami disambut dengan hangat oleh Kepala SD Negeri 122348 Pematangsiantar, Bapak Drs. Aron Simamora, M.Si. Sambutan tersebut menjadi awal yang baik bagi mahasiswa untuk belajar, beradaptasi, dan membangun pengalaman nyata sebagai calon pendidik.
Kepada pihak sekolah, saya menitipkan mahasiswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga sikap dan etika, menghormati seluruh warga sekolah, serta membawa pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar ke dalam praktik pembelajaran.
Saya juga berharap mahasiswa tidak hanya datang sebagai orang yang ingin belajar, tetapi hadir dengan kesiapan untuk berbagi. Sebab, menjadi guru berarti bersedia terus belajar dari siapa pun, termasuk dari peserta didik, guru pamong, kepala sekolah, dan lingkungan tempat kita mengabdi.
Pengalaman di sekolah akan menjadi bagian penting dalam membentuk cara pandang mahasiswa terhadap profesi guru. Di sana mereka akan belajar bahwa mendidik bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran. Guru juga dituntut untuk menjadi teladan, membangun hubungan yang baik dengan peserta didik, memahami perbedaan karakter, menunjukkan kepedulian, serta bertanggung jawab terhadap proses tumbuh kembang anak.
Karena itu, praktik di sekolah hendaknya tidak dipandang hanya sebagai tahapan menuju kelulusan. Jadikanlah pengalaman ini sebagai kesempatan untuk menguji pengetahuan, menemukan kekurangan, memperbaiki diri, dan membangun keyakinan bahwa profesi guru adalah panggilan untuk terus bertumbuh.
Terima kasih kepada SD Negeri 122348 Pematangsiantar, khususnya Bapak Kepala Sekolah Drs. Aron Simamora, M.Si., atas sambutan dan kerja sama yang baik.
Semoga langkah kecil hari ini menjadi bagian dari perjalanan panjang mahasiswa PGSD untuk menjadi guru sekolah dasar yang profesional, berkarakter, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan pendidikan.
Belajar dari sekolah. Berproses bersama. Berbagi pengetahuan. Bertumbuh menjadi pendidik.
Penulis: Jonroi Purba