GUNUNGSITOLI, BONARINEWS — Pagi di Gunungsitoli pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dimulai dengan warna merah dan putih. Ratusan mahasiswa Universitas Nias turun ke jalan membawa bendera Merah Putih dalam pawai yang digelar untuk menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Pawai yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nias bersama organisasi mahasiswa di lingkungan kampus itu dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Lapangan FKIP Universitas Nias di Jalan Yos Sudarso menjadi titik awal sekaligus tempat rombongan kembali mengakhiri perjalanan.
Para peserta mengenakan jas almamater. Mereka bergerak dari kawasan kampus menuju Pasar Gunungsitoli sebelum kembali ke titik awal. Sebuah bendera berukuran besar dibawa dalam barisan, membuat pawai mudah terlihat dari sepanjang jalan yang dilalui.
Suasana semakin semarak ketika Marching Band SMA Negeri 1 Gunungsitoli ikut mengiringi rombongan. Bunyi alat musik dan barisan mahasiswa mengubah jalan protokol kota menjadi ruang perayaan kemerdekaan.
Namun bagi BEM Universitas Nias, pawai itu tidak berhenti pada urusan perayaan.
Ketua BEM Universitas Nias periode 2026/2027, Juni Arman Zebua, menyebut bendera yang dibawa mahasiswa sebagai simbol bahwa perjuangan generasi muda belum selesai.
Menurut dia, tantangan kemerdekaan pada masa kini telah berubah. Jika dahulu perjuangan identik dengan perlawanan terhadap penjajahan fisik, generasi sekarang menghadapi persoalan lain, mulai dari ketertinggalan ekonomi dan kesenjangan pendidikan hingga penyebaran hoaks di ruang digital.
“Mahasiswa tidak pernah tidur dan akan selalu mengawal kedaulatan bangsa,” ujar Juni Arman.
Ia juga menyoroti tantangan pembangunan di Kepulauan Nias. Menurutnya, kondisi geografis kepulauan semestinya bukan alasan untuk membatasi gagasan dan kemajuan pendidikan.
Karena itu, momentum HUT RI ke-81 digunakan BEM UNIAS untuk mendorong pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kepulauan Nias.
Pawai tersebut sekaligus menjadi cara mahasiswa membawa isu kebangsaan keluar dari ruang kuliah. Nasionalisme, dalam pandangan mereka, tidak cukup diwujudkan dengan mengibarkan bendera setiap Agustus. Ia juga harus diterjemahkan dalam kerja, gagasan, kepedulian, dan keberanian menyuarakan persoalan di lingkungan sekitar.
Ratusan mahasiswa yang berjalan pagi itu membawa pesan yang sama: kemerdekaan perlu terus diisi.
Di Gunungsitoli, pesan itu disampaikan melalui barisan merah putih, irama marching band, dan suara mahasiswa yang menyerukan pentingnya persatuan serta kemajuan pendidikan.
Bagi BEM Universitas Nias, pawai ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Semangatnya dirangkum dalam satu semboyan: “Bersama Kita Melangkah, Bersatu Kita Berkarya.”
Penulis: Alfa Christofer