100 Warga Sei Mati Jalani Tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis

Bagikan Artikel

Medan, BONARINEWS – Sebanyak 100 warga Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, mengikuti penelusuran tuberkulosis atau TBC yang digelar Pemerintah Kota Medan melalui Puskesmas Medan Labuhan. Kegiatan itu sekaligus menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.

Penelusuran dilakukan di halaman Gereja HKBP Sei Mati dengan metode jemput bola. Petugas kesehatan mendatangi warga untuk mencari kemungkinan penularan TBC di tingkat rumah tangga, terutama di antara orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

Kepala Puskesmas Medan Labuhan, Imelda Iriana br Purba, memimpin langsung kegiatan tersebut. Dia didampingi Lurah Sei Mati, Yogi Frasetya Wahyu.

Petugas memeriksa warga yang hadir untuk mendeteksi potensi penularan sejak dini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi active case finding atau pencarian kasus secara aktif untuk menemukan penderita yang belum terdeteksi.

Warga yang diketahui memiliki kontak erat dengan pasien TBC akan mendapat pendampingan medis dari puskesmas. Pendampingan mencakup pemeriksaan lanjutan, pemberian terapi pencegahan TBC bagi yang memenuhi kriteria, hingga pengobatan tanpa biaya bagi warga yang dinyatakan menderita TBC.

Program tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemko Medan terhadap target pemerintah dalam mempercepat eliminasi TBC. Kementerian Kesehatan menargetkan penelusuran seluruh kontak erat dan anggota keluarga pasien TBC agar potensi penularan dapat segera diputus.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah kota mendukung upaya penanggulangan TBC. Pernyataan itu disampaikan saat meninjau layanan TBC di RSUP H. Adam Malik bersama Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus pada 21 Juli 2026.

Melalui kegiatan lapangan seperti di Sei Mati, Pemko Medan berupaya membawa layanan kesehatan lebih dekat kepada masyarakat. Penemuan kasus sejak dini diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus mengurangi risiko penularan TBC di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Penulis: Lindung Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *