JAKARTA, BONARINEWS — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan sebanyak 600 anak jalanan di Jakarta telah dijaring untuk diintegrasikan ke program Sekolah Rakyat. Jika digabung dengan anak putus sekolah lainnya, total calon siswa yang telah didata Kementerian Sosial kini mencapai sekitar 700 anak.
Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta Pusat, Senin, 18 Mei 2026.
“Sekarang kalau tidak salah sudah 700-an. Hampir 600 itu memang ditemukan di jalan, kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan ke rumah dan dialog dengan orang tuanya,” ujar Gus Ipul.
Menurut dia, proses pendataan dilakukan melalui penjangkauan langsung terhadap anak-anak yang hidup di jalanan maupun yang putus sekolah. Kemensos kemudian melakukan pendekatan kepada keluarga agar anak-anak tersebut kembali memperoleh akses pendidikan.
Dalam satu hingga dua pekan ke depan, Kemensos berencana mengundang orang tua calon siswa untuk berdialog terkait kesiapan mengikuti program Sekolah Rakyat.
“Nanti akan kita undang untuk dialog dengan orang tua dan calon siswanya,” katanya.
Gus Ipul berharap para siswa dapat mulai mengikuti kegiatan belajar pada tahun ajaran baru pertengahan Juli 2026.
Untuk sementara, kegiatan belajar Sekolah Rakyat akan menggunakan sejumlah aset gedung milik pemerintah yang telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Beberapa lokasi yang disiapkan antara lain gedung milik Lembaga Administrasi Negara, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Badan Narkotika Nasional, hingga kawasan Tagana Center Hambalang milik Kemensos.
“Sedang berproses semua dan nanti akan dibagi di beberapa titik menggunakan gedung sementara,” ujar Gus Ipul.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026.
Proyek tersebut dibangun di atas lahan seluas 7,7 hektare dengan melibatkan sedikitnya 816 pekerja dan total anggaran mencapai Rp 226 miliar.
Fasilitas yang dibangun meliputi ruang kelas, asrama siswa, rumah susun guru, rumah pompa, tempat ibadah, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029 guna memperluas akses pendidikan inklusif bagi keluarga rentan dan anak-anak dari kelompok miskin ekstrem.
Penulis: Dedy Hu