Ketua GAMKI Dairi Akhirnya Buka Suara! Polemik Ketua DPRD dan Kepsek Diminta Segera Berdamai

Bagikan Artikel

DAIRI, BONARINEWS – Polemik antara Ketua DPRD Dairi berinisial SS dengan seorang kepala sekolah dasar berinisial RS yang sempat viral dan menjadi perbincangan masyarakat akhirnya mendapat sorotan dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia atau GAMKI Dairi.

Ketua GAMKI Dairi, Januar Pasaribu, meminta kedua pihak segera menyelesaikan persoalan tersebut secara bijaksana dan mengedepankan perdamaian agar konflik tidak terus berkepanjangan.

Menurut Januar, persoalan yang sebelumnya sudah difasilitasi Dinas Pendidikan itu semestinya dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan sikap saling menghargai.

“Kalau memang terbukti ada ucapan yang tidak pantas kepada guru tersebut, seharusnya beliau berlapang dada, berjiwa besar dan mengakui kekhilafan serta meminta maaf,” ujar Januar Pasaribu.

Ia mengaku mengenal secara pribadi kedua pihak yang sedang berselisih dan menilai keduanya merupakan sosok yang baik.

“Saya kenal personal keduanya. Keduanya orang baik,” katanya.

Januar juga mengingatkan agar persoalan ini tidak sampai mencoreng nama baik tokoh maupun lembaga yang selama ini telah dibangun di Kabupaten Dairi.

“Beliau salah satu tokoh besar di Kabupaten Dairi. Ini dapat dilihat dari tiga kali menjabat Ketua Dewan. Tentu kita tidak ingin persoalan yang berlarut-larut ini membuat nama besar beliau tercoreng,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga menilai kepala sekolah berinisial RS merupakan sosok yang bertanggung jawab karena sudah beberapa kali dipercaya memimpin sekolah.

“Kepala sekolah tersebut juga adalah orang yang bertanggung jawab, terbukti sudah beberapa kali diamanatkan sebagai kepala sekolah,” ujarnya.

Karena itu, GAMKI Dairi berharap kedua pihak bisa segera berdamai demi menjaga situasi tetap kondusif di Kabupaten Dairi.

Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah RS mendatangi Gedung DPRD Dairi untuk meminta klarifikasi terkait dugaan ucapan “bodat” yang disebut dilontarkan Ketua DPRD Dairi, SS, saat percakapan telepon mengenai usulan pembangunan sanitasi sekolah.

RS mengaku kecewa karena ucapan tersebut dinilai merendahkan martabatnya sebagai tenaga pendidik, terlebih percakapan itu didengar sejumlah guru melalui pengeras suara telepon.

Hingga kini, persoalan tersebut masih menjadi perhatian masyarakat dan belum menemukan titik temu.

Penulis: JP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *