Jakarta, BONARINEWS.com – Kementerian Sosial Republik Indonesia resmi mengusulkan penambahan lebih dari 5.000 guru dan 4.000 tenaga kependidikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi guna memperkuat program Sekolah Rakyat yang terus berkembang pesat di seluruh Indonesia.
Program Sekolah Rakyat saat ini telah berjalan di 166 titik rintisan yang tersebar di 38 provinsi, dengan jumlah peserta didik mencapai hampir 16.000 siswa. Pemerintah menargetkan penambahan lebih dari 30.000 siswa baru sepanjang tahun ini, sehingga total siswa diproyeksikan menembus angka 45.000.
Bahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat ditargetkan mencapai lebih dari 100.000 siswa pada tahun depan.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas nasional yang dirancang untuk membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga terintegrasi dengan layanan sosial lainnya, seperti program Makan Bergizi Gratis dan Cek Kesehatan Gratis.
Selain penguatan sumber daya manusia, pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan. Pada tahun ini, direncanakan pembangunan 101 Sekolah Rakyat permanen sebagai bagian dari target besar 500 sekolah permanen hingga tahun 2029.
Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan.
Penulis: Dedy Hu