Kemarau 2026 Jadi Berkah Tersembunyi Nelayan Fenomena Upwelling Bikin Laut Indonesia Melimpah Ikan

Bagikan Artikel

Yogyakarta, Bonarinews.com – Musim kemarau 2026 yang diprediksi datang lebih awal tidak selalu membawa kabar buruk. Di balik ancaman kekeringan di daratan, para peneliti justru melihat peluang besar di sektor kelautan melalui fenomena upwelling yang berpotensi meningkatkan hasil tangkapan nelayan secara signifikan.

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Widodo Pranowo, menjelaskan bahwa awal musim kemarau memicu angin timuran yang kuat. Pergerakan angin ini mendorong air permukaan menjauh dari pantai dan digantikan oleh air laut dalam yang kaya nutrisi.

Air laut yang naik ke permukaan membawa zat penting seperti nitrat dan fosfat yang berfungsi sebagai pupuk alami. Ketika bertemu sinar matahari, kondisi ini memicu pertumbuhan pesat fitoplankton yang menjadi dasar rantai makanan di laut.

Dampaknya sangat besar. Peningkatan fitoplankton akan menarik berbagai jenis ikan, terutama ikan pelagis bernilai ekonomi tinggi. Wilayah selatan Jawa hingga Nusa Tenggara disebut sebagai zona strategis yang berpotensi mengalami lonjakan populasi ikan.

Riset sebelumnya juga menunjukkan fenomena ini dikenal secara global dengan istilah RATU atau upwelling pesisir selatan Jawa yang bersifat semi permanen. Teknologi pemantauan laut seperti Argo Float bahkan telah digunakan untuk merekam kondisi laut hingga kedalaman ribuan meter guna memetakan potensi perikanan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan naiknya lapisan thermocline ke permukaan, yang menjadi indikator lokasi ideal penangkapan ikan. Beberapa komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, hingga ikan pelagis kecil diperkirakan akan meningkat tajam.

Puncak pertumbuhan plankton diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus 2026, sementara peningkatan mulai terlihat sejak April dan mencapai fase signifikan pada Juni. Di wilayah seperti Selat Bali, ikan lemuru diperkirakan akan melimpah.

Fenomena ini bisa semakin kuat jika dipengaruhi El Nino, yang berpotensi memperluas wilayah upwelling ke berbagai perairan Indonesia. Kondisi ini membuka peluang besar bagi sektor perikanan untuk menopang ketahanan pangan nasional.

Di tengah ancaman kekeringan di daratan, laut justru berpotensi menjadi sumber pangan alternatif yang melimpah. Oleh karena itu, pemantauan kondisi laut dan iklim secara berkelanjutan dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan pangan Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *