Gunungtua, Bonarinews.com – Suasana haru menyelimuti halaman Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Gunungtua pada Kamis (12/3/2026) sore. Di tengah keberkahan bulan Ramadan, momen yang jarang terjadi itu akhirnya hadir: warga binaan diberi kesempatan berbuka puasa bersama keluarga mereka langsung di dalam lapas.
Sejak menjelang waktu magrib, satu per satu keluarga warga binaan terlihat datang membawa berbagai hidangan berbuka. Wajah-wajah penuh rindu terpancar ketika para warga binaan akhirnya bertemu kembali dengan orang terkasih setelah sekian lama terpisah.
Meski berlangsung sederhana, suasana kebersamaan itu terasa begitu hangat. Beberapa keluarga tampak tak kuasa menahan haru ketika duduk bersama untuk menikmati hidangan berbuka puasa di balik tembok penjara.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Gunungtua, Japaruddin Ritonga, menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kekeluargaan bagi para warga binaan.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum penting untuk menghadirkan suasana kebersamaan yang mampu memperkuat mental warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
“Kami ingin warga binaan tetap merasakan kebahagiaan Ramadan bersama keluarga. Dukungan keluarga sangat penting untuk membantu mereka menjalani proses pembinaan dengan lebih baik,” ujarnya.
Bagi para warga binaan, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga. Salah satu warga binaan bahkan mengaku momen berbuka puasa bersama keluarga menjadi kebahagiaan yang sudah lama dirindukan.
Ia mengungkapkan rasa syukur karena dapat kembali merasakan kehangatan keluarga meskipun hanya dalam waktu yang terbatas.
“Senang sekali bisa berbuka puasa bersama keluarga. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus ada,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Di balik hidangan sederhana yang tersaji, pertemuan itu menyimpan makna mendalam. Kehadiran keluarga menjadi penguat harapan bahwa setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri.
Melalui kegiatan semacam ini, pihak lapas berharap para warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan semangat baru, hingga suatu hari kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Penulis: Tohong Harahap