Keren! Dosen UNIMED Sulap Daun Kering Jadi Kertas Bernilai Ekonomi, Puluhan Siswa Binjai Antusias Belajar

Bagikan Artikel

Program pengabdian masyarakat UNIMED mengenalkan teknologi pulping berbasis etnosains Daluang untuk mengolah limbah daun kering menjadi kertas ramah lingkungan dan bernilai jual.

Binjai, BONARINEWS.com – Tim pengabdian masyarakat Universitas Negeri Medan atau UNIMED menggelar pelatihan pengolahan limbah daun kering menjadi kertas bernilai ekonomi melalui teknologi pulping berbasis etnosains Daluang di Syarief Ar-Rasyid School, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kota Binjai ini menjadi bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai melalui PNBP UNIMED tahun 2026. Program tersebut mendapat sambutan antusias dari siswa dan guru karena dinilai mampu menggabungkan edukasi lingkungan, sains modern, dan keterampilan hidup.

Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Ashar Hasairin menjelaskan, kegiatan ini hadir sebagai solusi atas melimpahnya limbah daun kering yang selama ini hanya dibakar atau dibuang begitu saja.

Menurutnya, pendekatan etnosains Daluang dipilih untuk menghidupkan kembali kearifan lokal dalam pembuatan kertas berbahan alami yang kemudian dipadukan dengan teknologi modern.

“Kami menghidupkan kembali kearifan lokal membuat kertas dari dedaunan, lalu menyajikannya dengan pendekatan sains modern. Siswa tidak hanya belajar biologi, tetapi juga keterampilan hidup yang bernilai ekonomi,” ujar Prof. Ashar saat membuka kegiatan.

Sebanyak 80 siswa dan 16 guru pendamping mengikuti pelatihan tersebut bersama tim pengabdian UNIMED yang terdiri dari Dr. Idramsa, Drs. Onggal Sihite, Suci Rahmawati, Sailana Mira Rangkuty, Muliawati, serta Nila Zusmita Wasni bersama sejumlah mahasiswa pendamping.

Kepala sekolah Dra Roslaini menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai keterampilan daur ulang berbasis kearifan lokal sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang mandiri dan peduli lingkungan.

Dalam sambutannya, Roslaini juga berharap kolaborasi bersama UNIMED dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukasi lainnya.

Salah satu materi utama dalam pelatihan ini adalah teknologi pulping berbasis fermentasi mikroba. Dr. Idramsa menjelaskan, proses fermentasi menggunakan bantuan mikroba efektif untuk memutus ikatan lignin pada daun kering.

Hasil dari proses tersebut adalah bubur kertas atau pulp yang nantinya dapat membentuk lembaran padat menyerupai kertas setelah dikeringkan.

Program ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar baru bagi siswa, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif berbasis limbah organik dan teknologi ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, UNIMED berharap siswa semakin sadar pentingnya pengelolaan limbah sekaligus memiliki keterampilan inovatif yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual di masa depan.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *