Jakarta, BONARINEWS.com – Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat merespons tragedi kecelakaan kereta api di Bekasi yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya.
Pada Selasa pagi (28/4/2026), Prabowo turun langsung menjenguk para korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal sekaligus menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.
Tak hanya melakukan kunjungan, Presiden Prabowo juga langsung mengambil langkah konkret untuk mencegah insiden serupa terulang.
Pemerintah resmi menyetujui pembangunan flyover di Bekasi menyusul banyaknya perlintasan kereta api tak terjaga di kawasan padat penduduk.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rencana besar pemerintah untuk membenahi sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa.
Dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi nasional, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk pembangunan infrastruktur pendukung.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan keselamatan transportasi yang selama puluhan tahun belum tertangani secara maksimal.
Saat ini, sekitar 60 korban terdampak telah mendapatkan penanganan medis. Sebagian di antaranya sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.
Pemerintah juga memastikan kompensasi akan diberikan kepada korban meninggal dunia maupun korban luka-luka sesuai ketentuan yang berlaku.
Kebijakan cepat Prabowo ini menuai banyak sorotan publik dan dinilai sebagai sinyal kuat bahwa keselamatan masyarakat kini menjadi prioritas utama pemerintah.
Pembangunan flyover di Bekasi diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang yang rawan tabrakan.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai selain pembangunan flyover, peningkatan sistem sinyal, pengawasan perlintasan, dan edukasi masyarakat juga harus diperkuat.
Apakah pembangunan flyover ini akan benar-benar menjadi jawaban untuk mencegah tragedi serupa di masa depan? Publik kini menanti realisasi cepat dari kebijakan tersebut.
Penulis: Dedy Hu