Perayaan Paskah UHKBPNP: Semangat Pro Deo et Patria Dorong Civitas Akademika Jadi Ciptaan Baru

Bagikan Artikel

PEMATANGSIANTAR, BONARINEWS.com – Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (UHKBPNP) menggelar Perayaan Paskah 2026 dengan mengusung semangat pembaharuan hidup bagi seluruh civitas akademika melalui tema menjadi ciptaan baru yang berdampak bagi sesama.

Kegiatan yang berlangsung di Gereja HKBP Resort Bongbongan, Sabtu (18/4/2026), dirangkai dengan jalan santai, penanaman pohon, dan ibadah bersama.

Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Dr Muktar Panjaitan, mengatakan perayaan Paskah tahun ini sengaja digelar di luar kampus sebagai bentuk nyata bahwa perguruan tinggi harus hadir dan memberi dampak positif bagi lingkungan.

“Perayaan Paskah kali ini diwujudkan melalui jalan santai, penanaman pohon, dan ibadah. Ini bentuk aplikasi nyata bahwa kampus harus berdampak,” ujar Muktar.

Menurut dia, kegiatan penanaman pohon juga menjadi bukti kepedulian kampus terhadap isu ekologis dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam khotbah yang berlandaskan 2 Korintus 5:17, Pdt Dr Fritz Sihombing M.Th menekankan pentingnya pembaharuan kemanusiaan sebagai respons nyata terhadap panggilan Pro Deo et Patria yang berarti demi Tuhan dan Ibu Pertiwi.

Ia menyampaikan bahwa menjadi ciptaan baru bukan sekadar perubahan status, melainkan transformasi hati yang mendalam.

“Pembaharuan kemanusiaan harus dimulai dari hati. Jika hati kita baru dan penuh anugerah, maka kita akan memiliki keberanian untuk membangun terobosan-terobosan baru yang membawa kemajuan bagi institusi ini,” katanya.

Fritz juga mengingatkan para dosen agar memandang tugas mengajar bukan semata hubungan transaksional, tetapi sebagai bentuk ibadah dan pengabdian.

Sementara bagi mahasiswa, hidup baru dimaknai dengan meninggalkan kebiasaan buruk seperti titip absen serta mulai menghargai proses perkuliahan dengan disiplin dan tanggung jawab.

Dalam pesannya, ia menjelaskan tiga tingkatan pengabdian dalam memaknai motto Pro Deo et Patria.

Tingkatan pertama adalah berjuang, yakni menjalankan tugas dan tanggung jawab. Kedua, mengabdi, yaitu bekerja dengan dedikasi tinggi. Ketiga, berkorban, yang disebut sebagai tingkat tertinggi dengan mengutamakan kepentingan institusi dan nilai-nilai ketuhanan di atas kepentingan pribadi.

Ia berharap lulusan UHKBPNP mampu menciptakan peluang, bertransformasi, serta membawa manfaat nyata di tengah masyarakat.

“Kalau tidak bisa membantu, setidaknya jangan menyusahkan. Mari kita jaga lingkungan dan jadikan universitas ini sebagai mata air kebaikan bagi sesama,” tutupnya.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *