Bojonegoro, BONARINEWS – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur melalui Resort Konservasi Wilayah 03 Bojonegoro menerima penyerahan empat ekor ular hasil evakuasi dari permukiman warga di Kabupaten Tuban.
Empat ular tersebut terdiri dari tiga ekor Sanca Kembang dan satu ekor Kobra Jawa yang sebelumnya ditemukan di wilayah Kecamatan Singgahan, Parengan, dan Montong.
Satwa liar itu dievakuasi oleh petugas Pemadam Kebakaran Pos Singgahan setelah muncul di area rumah dan lingkungan warga yang memicu keresahan masyarakat.
Saat ini, keempat ular tersebut menjalani perawatan sementara di kandang transit Kantor Seksi KSDA Wilayah II Bojonegoro untuk dilakukan observasi kondisi fisik dan perilaku satwa sebelum diputuskan langkah penanganan berikutnya, termasuk kemungkinan pelepasliaran ke habitat yang sesuai.
Menurut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, kemunculan ular di kawasan permukiman bukan lagi fenomena yang jarang terjadi, terutama di daerah yang mengalami perubahan lanskap dan penyempitan habitat alami.
Sanca Kembang dikenal mampu beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan, termasuk kawasan dekat aktivitas manusia. Sementara Kobra Jawa merupakan spesies berbisa yang umumnya menghindari manusia, tetapi dapat menjadi agresif ketika merasa terancam.
Keberadaan ular di permukiman juga dipicu meningkatnya populasi mangsa seperti tikus di sekitar rumah warga, ditambah berkurangnya tutupan hutan dan habitat alami satwa liar.
Dalam banyak kasus, satwa liar sebenarnya tidak memasuki wilayah manusia, tetapi bertahan di ruang yang perlahan berubah akibat aktivitas manusia.
Karena itu, proses evakuasi dan penanganan satwa dilakukan dengan pendekatan yang mengedepankan keseimbangan antara keselamatan warga dan hak hidup satwa liar.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur menilai mitigasi konflik manusia dan satwa liar menjadi bagian penting dalam strategi konservasi modern di tengah tekanan pembangunan dan perubahan lingkungan.
Peristiwa di Tuban ini juga menjadi pengingat bahwa konservasi bukan hanya menjaga hutan dan kawasan lindung, tetapi juga bagaimana manusia belajar hidup berdampingan dengan satwa liar yang lebih dulu menghuni alam tersebut.
Penulis: Dedy Hu