Delapan Bulan Berlalu, Jalan Dusun V Namo Bintang Masih Rusak Parah, Warga Menanti Perbaikan

Bagikan Artikel

DELI SERDANG, BONARINEWS — Persoalan jalan rusak di Dusun V, Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, belum juga menemukan penyelesaian. Setelah warga bergotong royong menimbun sejumlah titik jalan dengan pasir dan batu (sirtu) secara swadaya pada Februari 2026, hingga Jumat (25/9/2026) kondisi sejumlah bagian jalan masih dilaporkan rusak parah.

Kerusakan jalan tersebut sebelumnya telah berlangsung bertahun-tahun. Warga menyebut ruas itu merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat Dusun V yang setiap hari digunakan untuk berbagai aktivitas.

Pada Februari lalu, warga terpaksa turun tangan setelah kondisi jalan berlubang, tergenang ketika hujan, dan sulit dilalui. Sedikitnya tujuh dump truck sirtu dibeli menggunakan dana patungan warga untuk menimbun titik-titik yang mengalami kerusakan paling berat.

Langkah swadaya itu diharapkan menjadi penanganan sementara sembari menunggu perhatian pemerintah. Namun, hingga September, warga menyebut belum melihat tindak lanjut berupa perbaikan jalan secara menyeluruh dan permanen.

Kondisi tersebut membuat persoalan jalan kembali menjadi perhatian. Terlebih, pada 18 September 2026, warga bersama perangkat desa kembali melakukan gotong royong membersihkan jalan dan parit di Jalan Dusun V. Kegiatan itu dilakukan antara lain untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memperlancar aliran air saat musim hujan.

Bagi warga, persoalannya bukan sekadar permukaan jalan yang berlubang. Kerusakan jalan dan persoalan drainase saling berkaitan karena genangan air dapat memperparah kondisi badan jalan dan menyulitkan pengguna jalan ketika hujan turun.

Sebelumnya, warga juga menyampaikan bahwa ruas tersebut pernah terdampak banjir bandang pada November 2025. Kondisi itu semakin memperlihatkan pentingnya penanganan jalan sekaligus pembenahan sistem drainase di kawasan tersebut.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dapat memberikan kejelasan mengenai rencana penanganan jalan tersebut. Mereka menilai perbaikan dengan cara swadaya hanya dapat menjadi solusi sementara dan tidak cukup untuk menyelesaikan kerusakan yang telah berlangsung lama.

“Kami sudah berusaha memperbaiki dengan kemampuan warga. Sampai sekarang kondisi jalan masih rusak parah dan belum ada tindak lanjut perbaikan. Kami berharap pemerintah segera turun tangan agar jalan ini bisa diperbaiki secara permanen,” ujar Efrata Tarigan, warga setempat.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat informasi mengenai pelaksanaan perbaikan permanen pada ruas jalan tersebut. Pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan mengenai status penanganan, kewenangan ruas jalan, serta rencana perbaikannya agar warga memperoleh kepastian.

Persoalan Jalan Dusun V Namo Bintang juga menunjukkan bahwa gotong royong masyarakat dapat membantu mengatasi kondisi darurat, tetapi perbaikan infrastruktur dasar tetap membutuhkan penanganan yang terencana dan berkelanjutan.

Penulis : Dedy Hutajulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *