Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menkeu, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Bagikan Artikel

Jakarta, BONARINEWS – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia pada Senin (14/9/2026) di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini menandai pergantian kursi bendahara negara dari Purbaya Yudhi Sadewa untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Suahasil, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019, mengucapkan sumpah jabatan dengan khidmat di hadapan Presiden Prabowo. “Demi Tuhan, saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Suahasil saat bersumpah.

Arahan Khusus Presiden: Jaga Kesehatan dan Kredibilitas APBN

Usai dilantik, Suahasil menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan khusus terkait tugas barunya. “Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” kata Suahasil kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Ia menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai bagian dari keuangan negara harus tetap dalam kondisi sehat dan kredibel. “Jadi, APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya,” ujarnya.

Suahasil juga menyatakan bahwa ia tidak akan memulai semuanya dari nol. “Dan untuk itu kita akan melakukan dengan Kementerian Keuangan yang selama ini sudah bekerja dengan sangat-sangat keras akan melanjutkan menjaga keuangan negara tersebut,” katanya.

Visi Suahasil: APBN yang Menumbuhkan dan Menstabilkan

Menteri Keuangan baru ini membawa visi agar APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengelolaan keuangan negara, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. “Menjadi APBN yang nantinya bisa menumbuhkan dan APBN yang juga bisa betul-betul menstabilkan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Suahasil juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo. “Nah, tentu ini adalah bentuk kepercayaan dari Bapak Presiden dan dari Negara Republik Indonesia kepada saya dan saya menyampaikan terima kasih untuk kepercayaan tersebut dan semoga bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden,” tuturnya.

Profil Suahasil Nazara: Akademisi yang Malah Kuasai Birokrasi

Suahasil Nazara lahir di Jakarta pada 23 November 1970. Ia merupakan Profesor Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia (UI) yang dikukuhkan pada 2009.

Riwayat Pendidikan:

  • Sarjana Ekonomi, Universitas Indonesia (1994)
  • Master of Science, Cornell University, Amerika Serikat (1997)
  • Doctor of Philosophy (PhD), University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat (2003)

Karier Akademik:
Suahasil mengawali karier sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI sejak 1999. Di UI, ia pernah menjabat:

  • Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi (2004–2005)
  • Kepala Lembaga Demografi (2005–2008)
  • Ketua Departemen Ilmu Ekonomi (2009–2013)

Karier Birokrasi:

  • Anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal (2009–2011)
  • Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (2009–2015)
  • Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Kantor Wakil Presiden (2010–2015)
  • Anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (2013–2014)
  • Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (2015–2019)
  • Wakil Menteri Keuangan (2019–2024, 2024–2026)
  • Menteri Keuangan (2026–sekarang)

Konteks Pergantian: Rupiah Melemah, Pasar Tunggu Kebijakan Baru

Pergantian Menkeu ini terjadi di tengah pelemahan rupiah yang ditutup melemah ke level 17.669 per dolar AS pada Senin (14/9). Namun, pengamat menilai pelemahan hari itu belum tentu dipengaruhi langsung oleh isu reshuffle, karena berita baru muncul sore hari.

Dengan pengalaman panjang di bidang kebijakan fiskal dan pemahaman mendalam tentang APBN, Suahasil diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan program prioritas pemerintah tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan keuangan negara.

Penulis: Dedy Hutajulu
Editor: Redaksi
Tanggal: Senin, 14 September 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *