BOGOTA, BONARINEWS — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026. Sedikitnya 111 orang meninggal dan 87 lainnya terluka akibat gempa tersebut.
Gempa berpusat di sekitar San José del Palmar, wilayah Chocó. Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah Kolombia, termasuk Cali, Pereira, Quibdó, dan Manizales, serta hingga negara tetangga seperti Ekuador dan Panama.
Kerusakan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah. Bangunan runtuh dan sebagian warga dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan. Tim penyelamat bersama warga terus melakukan pencarian korban menggunakan peralatan berat maupun secara manual.
Chocó menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah. Korban juga dilaporkan dari Cali, kawasan Pereira, dan sejumlah daerah lainnya.
Data sementara mencatat sekitar 1.575 rumah terdampak, sementara sedikitnya 61 bangunan dilaporkan runtuh. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas kesehatan, permukiman, dan sejumlah infrastruktur transportasi.
Beberapa bandara di wilayah terdampak sempat ditutup untuk pemeriksaan kondisi bangunan. Penutupan tersebut turut memengaruhi proses evakuasi dan distribusi bantuan, terutama ke wilayah yang sulit dijangkau.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat penanganan bencana. Pemerintah mengerahkan sumber daya untuk pencarian dan penyelamatan korban, penanganan medis, serta bantuan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Gempa tersebut juga diikuti sejumlah gempa susulan. Petugas masih memeriksa bangunan yang rusak sekaligus memperbarui data korban dan kerugian akibat bencana.
Pemerintah memperingatkan jumlah korban masih dapat berubah seiring berlangsungnya pencarian dan pendataan di sejumlah wilayah terdampak.
Penulis: Sastra
Sumber: Reuters, Associated Press, dan El País.