Bekasi, BONARINEWS – Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus menggelar Workshop Penguatan Pengetahuan Mitigasi Risiko dan Kesiapsiagaan Satuan Pendidikan Terhadap Ancaman Bencana di Hotel Grand Travello, Kota Bekasi, pada 20–22 Mei 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 45 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, perwakilan SLB, unsur BPMP dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, hingga tim kerja Direktorat PKPLK.
Workshop ini digelar sebagai langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan satuan pendidikan menghadapi ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi di Indonesia.
Ketua panitia, Budi Prianto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun kapasitas sekolah agar mampu melakukan mitigasi secara tepat guna meminimalkan risiko bencana.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan satuan pendidikan agar tanggap terhadap bencana serta mampu melakukan langkah mitigasi secara tepat guna meminimalisir risiko yang ditimbulkan,” ujarnya.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya sadar bencana sehingga seluruh warga sekolah memiliki kemampuan melindungi diri dan lingkungan ketika situasi darurat terjadi.

Sementara itu, Direktur Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Saryadi, menegaskan bahwa Indonesia merupakan wilayah rawan bencana sehingga kesiapsiagaan harus menjadi budaya di lingkungan pendidikan.
“Kalau kita mengikuti media, hampir setiap hari terjadi bencana. Maka paradigma yang harus kita bangun adalah seberapa siap kita melindungi diri dan lingkungan kita manakala bencana itu datang,” kata Saryadi.
Ia menjelaskan, Direktorat PKPLK pada tahun 2025 mendapat penugasan untuk terlibat langsung dalam penanganan bencana di berbagai daerah, termasuk wilayah Sumatera yang dinilai masih memiliki tingkat kesiapsiagaan rendah.
Dalam program tersebut, sebanyak 19 SLB di wilayah Sumatera masuk dalam pendampingan penguatan kesiapsiagaan bencana.
Workshop juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana, hingga Muhammadiyah Disaster Management Center.

Materi yang diberikan meliputi penguatan konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), pemulihan pascabencana, pengembangan mitigasi dan kesiapsiagaan, hingga pendidikan perubahan iklim berbasis gim edukasi.
Direktorat PKPLK berharap para peserta nantinya mampu menjadi pelopor budaya sadar bencana di sekolah masing-masing sehingga tercipta satuan pendidikan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.
Penulis: MP