Dairi, BONARINEWS.com – Pemerintah Kabupaten Dairi terus mempercepat peningkatan layanan dasar masyarakat melalui pembangunan jaringan pipa transmisi air baku Sidikalang–Siempat Nempu Hulu tahap II yang ditargetkan mampu memperluas akses air bersih bagi ribuan warga.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati Dairi yang dibacakan Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, pada kegiatan sosialisasi pembangunan di Aula Perpustakaan Raja Naga Jambe, Sidikalang, Selasa (6/5/2026).
Pemerintah menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar dan menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, proyek ini tidak hanya dipandang sebagai pembangunan infrastruktur, tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi daerah.
Program jaringan pipa air baku ini sejatinya sudah diusulkan sejak 2017 dan mulai terealisasi pada tahap pertama tahun 2023–2024. Kini, pembangunan dilanjutkan ke tahap kedua untuk memperluas jangkauan layanan.
Pada tahap lanjutan ini, kapasitas air baku ditingkatkan hingga 50 liter per detik untuk melayani wilayah Sidikalang dan Siempat Nempu Hulu. Total jaringan pipa dirancang sepanjang 17 kilometer, dengan 7 kilometer telah selesai pada tahap pertama dan 10 kilometer sisanya dikerjakan pada tahap kedua.
Pemerintah memperkirakan proyek ini akan memberikan dampak langsung bagi sekitar 2.000 sambungan rumah baru, sehingga masyarakat dapat menikmati akses air bersih yang lebih layak, stabil, dan mudah dijangkau.
Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menyukseskan proyek ini, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat di wilayah terdampak. Menurutnya, komunikasi yang baik serta penyelesaian kendala melalui musyawarah menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
Pemkab Dairi juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proyek ini hingga tuntas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara luas.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Direktur Utama PDAM Tirta Nciho Wahlin Munthe, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II Medan, para camat, kepala desa terkait, serta sejumlah undangan lainnya.
Penulis: Dedy Hu