Taput, BONARINEWS.com – Bencana tanah longsor menerjang jalur nasional Tarutung–Sipirok tepatnya di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Selasa sore (5/5/2026). Peristiwa ini dipicu cuaca ekstrem yang mengguyur kawasan tersebut, hingga material longsoran menutup seluruh badan jalan dan menyebabkan akses utama lumpuh total.
Dampak paling serius terjadi ketika satu unit mobil pickup tertimpa material longsor. Pengemudi dilaporkan selamat, namun dua penumpang lainnya masih dalam proses evakuasi karena terjepit di dalam kendaraan yang tertimbun.
Hingga saat ini, jalur yang menghubungkan Tarutung dan Sipirok tidak dapat dilalui sama sekali. Kondisi ini memicu antrean kendaraan dari kedua arah serta mengganggu arus transportasi antarwilayah.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dibantu alat berat dari perusahaan setempat terus melakukan upaya pembersihan material longsor. Proses evakuasi korban juga menjadi prioritas utama di tengah kondisi medan yang cukup berat.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk sementara waktu menghindari jalur tersebut dan mencari rute alternatif. Kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan juga meningkatkan risiko longsor susulan.
Doa dan harapan terus mengalir agar proses evakuasi berjalan lancar dan seluruh korban dapat diselamatkan, sementara para petugas di lapangan tetap diberi keselamatan dalam menjalankan tugasnya.
Penulis: Dedy Hu