Festival Trio Batak 2026 Pecah di Tarutung, Wabup Taput: Generasi Muda Harus Bangkit Meski Gagal

Bagikan Artikel

Tapanuli Utara, BONARINEWS.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus mendorong lahirnya generasi baru musisi Batak melalui Festival Trio Pelajar dan Umum 2026 yang berlangsung meriah di Gedung Sopo Partungkoan, Sabtu (2/5/2026).

Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan secara resmi membuka kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya mental pantang menyerah bagi generasi muda dalam meraih prestasi sekaligus melestarikan budaya Batak.

“Dalam perjalanan meraih mimpi, kegagalan itu biasa. Jika jatuh tiga kali, bangkitlah lima kali. Teruslah berproses dan mengasah kemampuan,” ujarnya penuh semangat di hadapan para peserta.

Festival ini terselenggara atas kolaborasi antara Persatuan Artis Batak Indonesia dan Yayasan Nelson Pandapotan Sitompul sebagai wadah pembinaan sekaligus panggung ekspresi bagi talenta muda.

Wakil Bupati menilai ajang ini bukan sekadar kompetisi vokal, melainkan ruang pembentukan karakter generasi muda yang tangguh dan berdaya saing. Ia juga mengapresiasi peran para penggiat seni yang terus menjaga eksistensi musik Batak di tengah arus modernisasi.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan NPS Mula PP Sitompul menyampaikan harapan agar festival ini mampu melahirkan musisi muda berbakat yang dapat membawa nama Tapanuli Utara ke tingkat nasional hingga internasional.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, untuk kategori SMA/SMK, Union Voice berhasil meraih juara pertama, disusul AS Trio dan Blesses Voice. Sedangkan pada kategori umum, The Teachers keluar sebagai juara pertama, diikuti CAS Trio dan SAPADAN di posisi berikutnya.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap festival ini dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif dan promosi budaya daerah.

Acara ini turut dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah dan tokoh masyarakat, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian seni musik Batak.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *