Bekasi, BONARINEWS.com – Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek. Seluruh proses penanganan dilakukan dengan pendekatan hati-hati dan terkoordinasi untuk memastikan tidak ada risiko tambahan bagi penumpang.
Dalam situasi tersebut, proses evakuasi berlangsung bertahap dan memerlukan waktu. Setiap langkah dilakukan secara cermat agar penanganan dapat berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Sebanyak 240 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Dari proses evakuasi yang berlangsung sekitar delapan jam, terdapat empat penumpang yang mendapatkan penanganan khusus melalui prosedur evakuasi lanjutan yang dilakukan secara terkoordinasi oleh tim di lapangan.
Penanganan di lokasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim medis, Basarnas, PT KAI, TNI, hingga Polri. Seluruh pihak bekerja sama untuk memastikan setiap penumpang mendapatkan pertolongan yang diperlukan dengan cepat dan aman.
PT KAI juga memastikan proses penanganan berjalan dengan baik serta memberikan akses informasi kepada keluarga penumpang yang terdampak. Untuk mendukung layanan informasi, posko khusus dibuka selama 14 hari di Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi Timur.
Posko tersebut menjadi pusat layanan bagi pelanggan kereta api jarak jauh yang terdampak, termasuk informasi terkait penanganan kejadian dan kebutuhan lanjutan penumpang.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center 121 yang disiagakan untuk memberikan layanan dan pembaruan informasi secara berkala.
Penulis: Dedy Hu