Asahan, Bonarinews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sumatera Utara terus menunjukkan perkembangan besar. Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru diresmikan oleh Polda Sumatera Utara, Senin (2/3/2026), bertempat di Mako Polsek Air Batu, Kabupaten Asahan.
Peresmian dilakukan oleh Wakapolda Brigjen Pol Sonny Irawan, mewakili Kapolda Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto. Acara turut dihadiri Ibu Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Sumut, para pejabat utama Polda, Bupati Asahan, Ketua DPRD Asahan, hingga perwakilan Badan Gizi Nasional.
Dalam sambutannya, Sonny memberikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Asahan dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan SPPG sebagai bagian dari program nasional MBG.
Menurutnya, pembangunan kualitas manusia harus dimulai sejak dini melalui pemenuhan gizi yang layak.
“Investasi gizi anak menentukan kemampuan belajar, kesehatan, dan daya saing di masa depan. MBG adalah langkah konkret menghadapi stunting dan ketimpangan akses gizi,” tegasnya.
Program MBG sendiri merupakan prioritas nasional di era kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, yang menekankan penguatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045. Polri berperan memastikan proses produksi dan distribusi makanan bergizi berlangsung aman dan tepat sasaran.
Saat ini, terdapat 117 SPPG Polri di wilayah Polda Sumut:
- 53 unit sudah operasional (termasuk SPPG Asahan 3 dan 4)
- 25 unit dalam persiapan
- 41 unit sedang dibangun
Sebelum penambahan dua SPPG baru di Asahan, jumlah penerima manfaat mencapai 334.059 orang. Setelah peresmian SPPG Asahan 3 dan 4, total penerima manfaat melonjak menjadi 346.382 orang, didukung 5.499 pegawai.
Adapun detail dua fasilitas terbaru:
- SPPG Asahan 3 (Aek Kuasan): luas 396 m², melayani 3.263 orang
- SPPG Asahan 4 (Air Batu): luas 416 m², melayani 3.005 orang
Keduanya rampung dalam waktu 60 hari dengan memanfaatkan gedung baru Polsek setempat.
Dua SPPG sebelumnya—Asahan 1 dan 2—sudah beroperasi sejak 2025 dan melayani 6.055 penerima manfaat. Dengan beroperasinya empat SPPG sekaligus, Polres Asahan kini melayani total 12.323 penerima manfaat dan memberdayakan 188 relawan.
Wakapolda menekankan pentingnya menjaga standar tinggi keamanan pangan. Ia meminta seluruh tahapan, mulai dari seleksi bahan baku, proses pengolahan, rapid test keamanan hingga distribusi, dilakukan dengan disiplin.
“Ketepatan sasaran, kualitas makanan, dan keamanan konsumsi harus jadi prioritas. SPPG harus menjadi model pelayanan gizi yang menjamin kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menutup sambutan dengan ajakan untuk merawat fasilitas baru ini sebagai bukti nyata bahwa Polri tak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Asahan. (Redaksi)
