“Zaman Kami Tak Kenal Narkoba” — Bupati Dairi Kenang Masa Kecil yang Bebas dari Bahaya dan Prihatin dengan Generasi Sekarang

Bagikan Artikel

Bonarinews.com, Dairi – Dengan nada penuh keprihatinan, Bupati Dairi, Ir. Vickner Sinaga, M.M., mengenang masa kecilnya yang jauh dari bayang-bayang narkoba. Ia bercerita bahwa di masa mudanya, anak-anak lebih sibuk membantu orang tua, bermain di ladang, dan belajar hidup sederhana tanpa mengenal barang haram yang kini merusak banyak generasi muda.

“Zaman kami kecil, tidak ada waktu bersentuhan dengan narkoba, bahkan kami tidak tahu apa itu narkoba. Tetapi zaman berubah, dan kini penyalahgunaan narkoba sudah menjadi masalah serius yang tidak mengenal batas negara. Jika tidak ditangani, ini akan menjadi ancaman bagi kesejahteraan generasi mendatang,” ujar Vickner dengan nada tegas dalam acara diskusi publik bertajuk “Dairi Menuju Bebas Narkoba” di Balai Budaya Sidikalang, Senin (13/10/2025).

Ucapan itu sontak membuat suasana ruangan hening. Para pelajar dan mahasiswa yang hadir tampak merenung, menyadari perbedaan besar antara kehidupan masa lalu yang sederhana dan realita masa kini yang penuh tantangan.

Bupati Vickner menilai perubahan zaman yang begitu cepat membawa banyak kemajuan, tetapi juga membuka celah bagi bahaya baru, termasuk narkoba yang kini bisa diakses bahkan oleh remaja di pedesaan. “Dulu, kami sibuk menimba air di sungai, membantu orang tua di ladang. Sekarang, anak-anak bisa terpapar bahaya hanya lewat ponsel. Dunia sudah berubah, dan tanggung jawab kita juga harus berubah,” ujarnya.

Ia menegaskan, perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Menurutnya, generasi muda harus menjadi benteng pertama yang menjaga diri dan lingkungannya. “Kalau generasi muda lengah, habis sudah masa depan bangsa. Karena itu, saya ajak kalian, pelajar dan mahasiswa, untuk berdiri paling depan melawan narkoba,” tegasnya disambut tepuk tangan para peserta.

Kegiatan yang digelar oleh DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Dairi itu sukses menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai pemateri. Di antaranya: Anggota DPR RI Komisi III, Mangihut Sinaga, Kacabdis Wilayah IV, Salman, S.Sos, M.Si, Kasat Narkoba Dairi, Bram Sihombing, S.H., M.H.dan Kadinkes Dairi, Dr. dr. Henry Manik, M.Kes.

Mangihut menambahkan, Sumatera Utara kini termasuk wilayah yang rawan peredaran narkoba karena posisinya yang strategis di jalur perdagangan internasional.

Ketua DPC GAMKI Dairi, Januar Pasaribu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan semua elemen masyarakat. “Memberantas narkoba sangat dibutuhkan kolaborasi. Karena itu, dialog ini kami rancang dengan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, dan undangan yang hadir pun mencerminkan kemajemukan masyarakat Dairi,” ujar Januar.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian lintas sektor menjadi modal penting untuk membangun Dairi yang sehat dan bebas dari narkoba. “Kami ingin gerakan ini tidak berhenti di forum, tetapi menjadi komitmen nyata di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Sebagai simbol komitmen, acara ditutup dengan penandatanganan deklarasi “Dairi Bebas Narkoba” oleh para pelajar, mahasiswa, dan perwakilan masyarakat.

Dari kenangan masa kecil Bupati Vickner yang damai tanpa narkoba, hingga ajakan kerasnya kepada generasi muda hari ini, tersirat pesan mendalam: Dairi tidak boleh menyerah pada zaman. Jika dulu anak-anak tumbuh kuat karena alam dan kerja keras, maka kini mereka harus tumbuh kuat karena kesadaran dan tekad menjauhi narkoba. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *