Medan, Bonarinews.com – Ketegangan di internal PDIP Medan kembali mencuat setelah jabatan sekretaris dan bendahara DPC berubah dari yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Posisi yang sebelumnya ditetapkan untuk Robi Barus dan David Roni Ganda Sinaga kini diisi Boydo HK Panjaitan sebagai sekretaris dan Ustadz Fuad Akbar sebagai bendahara.
Perubahan tersebut terjadi saat Konferensi Cabang (Konfercab) lanjutan di Kantor DPD PDIP Sumut, Jalan Jamin Ginting, Medan, Jumat (9/1/2026). Konfercab yang dipimpin Ketua DPD PDIP Sumut, Rapidin Simbolon, merupakan kelanjutan agenda sebelumnya di Samosir pada 12–14 Desember 2025 yang berakhir deadlock.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDIP Yasonna H. Laoly menegaskan pentingnya menghormati keputusan pusat. “Konfercab DPC PDIP Medan telah berlangsung, namun ada pihak yang mengambil keputusan sendiri dan mengabaikan arahan DPP,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Yasonna menekankan agar seluruh pengurus daerah menjaga disiplin partai, menghormati SK DPP, dan memastikan roda organisasi berjalan tertib, transparan, serta sesuai mekanisme partai.
Langkah ini diharapkan menjaga konsistensi kebijakan partai hingga tingkat daerah, sekaligus melindungi kepentingan kader dan reputasi PDIP di Sumut. (Redaksi)